Bonus Eksekutif Bank Jangan Berlebihan

Pemerintah dan manajemen bank-bank badan usaha milik negara (BUMN) sebaiknya berhati-hati soal pembagian bonus untuk para direksi dan komisaris. Pemberian bonus sebaiknya dijelaskan secara terbuka kepada para pemangku kepentingan.

”Di pasar keuangan global saat ini sedang muncul tren menentang pemberian bonus yang berlebihan bagi para eksekutif bank dan lembaga keuangan nonbank. Pemerintah dan manajemen bank BUMN seharusnya berhati-hati soal ini, apalagi gaji direksi dan komisaris bank BUMN sebenarnya sudah tergolong cukup bagus, bahkan tidak jauh berbeda dengan bank nasional milik asing.”

Demikian diungkapkan ekonom Dradjad Wibowo di Jakarta, Senin (17/5) menanggapi besarnya bonus yang diterima para eksekutif bank BUMN. Bonus merupakan sumber pendapatan direksi dan komisaris di luar gaji dan tunjangan bulanan yang biasanya diterima secara tahunan dan besarnya diputuskan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).

Dalam RUPS Tahunan Bank Mandiri, diputuskan bonus untuk para direksi dan komisaris tahun ini Rp 83,5 miliar atau 1,16 persen dari laba bersih Bank Mandiri tahun 2009 sebesar Rp 7,2 triliun. Angka tersebut diperuntukkan bagi enam anggota dewan komisaris serta 15 orang direksi dan setingkat direksi dengan porsi masing-masing akan ditentukan secara internal. Adapun gaji direksi dan komisaris Bank Mandiri tidak dinaikkan.

Sebelumnya dalam RUPS BNI, pemegang saham memutuskan pembagian bonus sebesar Rp 56,8 miliar atau 2,29 persen dari laba bersih tahun 2009 yang mencapai Rp 2,48 triliun. Tantiem tersebut diperuntukkan bagi tujuh komisaris dan sembilan direksi BNI.

Tidak Sepadan

Menurut Dradjad, seperti dilaporkan Kompas, pembagian bonus dalam jumlah besar tidak sepadan jika dibandingkan dengan rendahnya peran perbankan dalam mendorong pembangunan ekonomi.

Dikatakan, dalam setahun terakhir perbankan cenderung menghasilkan laba melalui kebijakan suku bunga kredit tinggi, bukan dari banyaknya kredit yang disalurkan. Hal ini dinilai merugikan masyarakat dan sektor riil yang justru sangat membutuhkan kredit dengan bunga terjangkau.

Selain soal bonus, RUPS Bank Mandiri juga memutuskan untuk mempertahankan Agus Martowardojo sebagai direktur utama untuk periode kedua. Sebagian besar direktur Bank Mandiri juga dipertahankan. Adapun jajaran direksi yang baru adalah Sunarso, Fransisca N Mok, dan Pahala N Mansury.