Bonus Direksi BNI Rp 56 Miliar

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memutuskan untuk tidak menaikkan gaji direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Namun, menyetujui pemberian bonus kepada jajaran direksi BNI sebesar 2,29% dari laba bersih atau Rp 56,7 miliar.
"Kenaikan gaji tidak disetujui karena sekarang kita masih prihatin kondisi krisis," ujar Deputi Perbankan dan Jasa Keuangan pada Kementerian BUMN Parikesit Suprapto usai RUPS Tahunan BNI di Hotel Shangri La, Jakarta, Rabu (12/5/2010).
Parikesit Suprapto adalah salah satu direksi BNI yang diganti melalui RUPS Tahunan tersebut. Seluruhnya ada 4 komisaris dan 4 direksi yang diganti.
BNI membukukan laba bersih sebesar Rp 2,48 triliun pada 2009. Maka, bonus 2.29 % yang diberikan setara dengan Rp 56,7 miliar.
Direktur Utama BNI Gatot Suwondo mengungkapkan, pihaknya memang tidak meminta kenaikan gaji. "Tahun ini kita tidak mengusulkan kenaikan gaji mengingat kondisi yang masih rentan seperti ini," kata dia.
Selain itu, dalam RUPS kali ini disetujui juga pembayaran dividen kepada pemegang saham sebesar 35% dari laba bersih sebesar Rp 2,48 triliun.
Adapun, susunan Dewan Komisaris dan Direksi BNI yang baru sebagai berikut:
* Komisaris Utama: Peter B Stok
* Wakil Komisaris Utama: Tirta Hidayat (baru)
* Komisaris Independen: Achil Ridwan Djayadiningrat
* Komisaris: Eko Putri Adijayanto (baru)
* Komisaris: Bagus Rumbogo (baru)
* Komisaris Independen: B.S Kusmuljono (baru)
Dewan Direksi:
* Direktur Utama: Gatot M Suwondo
* Wakil Direktur Utama: Felia Salim
* Direktur: Suwoko Singoastro
* Direktur: Krishna Suparto
* Direktur: Yap Tjay Soen
* Direktur: Ahdi Jumhari Ludin
* Direktur: Adi Setianto (baru)
* Direktur: Sutanto (baru)
* Direktur: Honggo Widjojo Kangmasto (baru)
* Direktur: Darmadi Sutanto (baru)