Bolehkah Perusahaan Membayar Karyawan Di Bawah UMP?

Dinar Depnaker

Upah Minimum Propinsi (UMP) selalu mengalami peningkatan setiap tahun. Pada tahun ini UMP secara nasional mengalami peningkatan tertinggi selama lima tahun terakhir, yakni sebesar 18,32 persen. Pada tahun-tahun sebelumnya, kenaikan UMP berada pada kisaran 8 hingga 10 persen.

Menurut Dinar Titus Jogaswitani, Kasubdit Pengupahan dan Jaminan Sosial Depnakertrans, kenaikan ini salah satunya disebabkan adanya penyesuaian, pengubahan dan penambahan kebutuhan hidup layak (KHL) yang semula 46 jenis KHL menjadi 60 jenis KHL sebagaimana diatur dalam PERMENAKERTRANS No. 13 Tahun 2012 yang merupakan penyempurnaan dari PERMENAKERTRANS No. 17 Tahun 2005.

Dampak dari kenaikan tersebut, perusahaan harus menggaji karyawannya minimal senilai UMP/UMK, misalnya senilai 2,2 juta di Jakarta. Gaji minimal tersebut diperuntukkan bagi karyawan yang bekerja kurang dari satu tahun, sedangkan untuk karyawan yang sudah lebih dari masa kerja tersebut, diharuskan dibayar lebih dari nilai tersebut.

Lalu bolehkah perusahaan membayar di bawah UMP? Jawabannya adalah bisa. Perusahaan dapat melakukan penangguhan UMP dengan syarat dan ketentuan yang tertulis dalam KEP. 231 /MEN/2003. Terdapat delapan poin dalam persyaratan tersebut, di antaranya harus terjadi kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja/buruh atau serikat pekerja dan harus didaftarkan selambatnya sepuluh hari sebelum UMP diberlakukan.

Selain itu, perusahaan juga harus mampu membuktikan bahwa mereka rugi selama dua tahun berturut-turut dengan laporan audit dari akuntan publik. Setelah penangguhan disetujui, perusahaan dapat menggaji pekerjanya dengan gaji sebelumnya, menaikkan gaji sebelumnya (meskipun masih di bawah UMR) dan menaikkannya secara bertahap.

Dalam hal ini, Dinar menghimbau bahwa hendaknya perusahaan memberikan hak kepada karyawan secara adil dan tidak melakukan kecurangan-kecurangan yang merugikan pekerja.

“UMR itu terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap setiap bulan. Jangan sampai perusahaan mengakali dengan pemberian tunjangan yang ternyata nilainya fluktuatif tiap bulannya” ujar Dinar. (*/@yunitew)

Tags: , , ,