Big Data Bantu Ambil Keputusan Cepat

Jessica Tan SHCS 2013

Sebagian besar perusahaan mungkin sudah mengenal istilah big data, namun berbagai survei menunjukkan pemanfaatan perusahaan terhadap big data belum maksimal. Termasuk polling yang dilakukan terhadap peserta Singapore Human Capital Summit 2013, 11-12 September yang lalu.

Melalui aplikasi Spot Me peserta seminar dapat memberikan pendapatnya secara langsung melalui polling yang dilakukan oleh pembicara. 32,7 % peserta mengaku perusahaannya telah mengumpulkan data dalam jumlah yang besar namun tidak secara konsisten memaksimalkan penggunaannya. Sementara itu hanya 37% peserta yang mengganggap perusahaan mereka cukup data-driven.

Hadir dalam sesi itu adalah Hari V Krishnan, Managing Director, Asia Pacific & Japan, LinkedIn, Samar Kumar, Group Head, Customer Analytics, Standard Chartered Bank, dan Jessica Tan, Managing Director, Microsoft Singapore.

Menurut Jessica, Microsoft telah menggunakan big data dalam aktivitas korporat sehari-hari. Setiap hari, 40.000 pengguna melakukan 65.000 permintaan informasi big data untuk mengambil keputusan bisnis dari bagian Sales hingga HR.

Microsoft menganalisa data konsumen dan data karyawan dimulai dari proses access, clean, mashup, explore, visualize, dan share. “Saya bisa akses data, mash up, visualisasikan, untuk ambil keputusan, apakah perlu hire atau tidak, misalnya,” ujar Jessica Tan pada acara tersebut.

Menurutnya, dengan kemampuan visualisasi, big data dapat tampil dalam format yang memudahkan untuk pengambilan keputusan cepat. Tentu saja data yang dianalisa sudah melalui izin dan sepengetahuan konsumen maupun karyawan. Perusahaan harus memiliki kebijakan dalam penggunaan data tersebut, misalnya hak akses tertentu untuk karyawan.

Menyimpulkan tentang big data dan teknologi, Jessica berkomentar, “Big data memang bukan inisiatif teknologi, tetapi diberdayakan oleh teknologi.” (*/@mei168)

 

Tags: , ,