Berburu Karyawan di Era Digital

1

Pada dasarnya untuk semua jenis pekerjaan, kreativitas memegang peranan penting. Itulah sebabnya banyak perusahaan secara khusus mencari orang-orang yang punya kreativitas tinggi. Salah satunya seperti inisiatif rekrutmen yang dilakukan Semut Api Colony berikut ini.

Menurut Arya Gumilar, Creative Director Semut Api Colony dan Klix Digital, selalu ada tempat untuk orang–orang kreatif di perusahaannya. Berangkat dari prinsip tersebut maka di akhir tahun 2012 yang lalu, Semut Api Colony dan Klix Digital meluncurkan sebuah skema perekrutan era digital yang menggabungkan kegiatan offline, teknologi, internet – media sosial, serta inisiatif kreativitas dari para pelamar kerja.

Konsep utama dari proses perekrutan ini adalah untuk menjaring talent-talent yang selain berkompetensi juga memiliki kreativitas yang tinggi. Oleh karenanya, semua tahapan dalam proses rekrutmen memfasilitasi kedua hal tersebut.

Kampanye perekrutan dilakukan dengan menyediakan sebuah booth kosong di sebuah pameran, yang mengusung konsep ajakan dan tantangan bagi pengunjung atau calon pelamar untuk inisiatif berkreasi menggunakan perlengkapan yang disediakan. Kemudian fase selanjutnya dilakukan dengan mengunggah video viral di YouTube dan menyebarkannya ke media sosial lain seperti Twitter, Mindtalk, dan Facebook. Seluruh pemberitaan di social media tersebut mengarah pada sebuah situs resmi yang isinya mengundang kepada siapapun yang ada dalam video tersebut untuk mengupload CV mereka. Setelah mengirimkan, CV mereka akan mengikuti proses rekrutmen selanjutnya.

Meskipun baru pertama kali dilakukan di Indonesia, antusiasme masyarakat terhadap program yang diberi nama “We Hunt You” ini terbilang tinggi. Dalam waktu kurang dari lima hari, jumlah pengirim CV sudah mencapai 292 kandidat. Sedangkan total waktu kampanye mulai dari kegiatan offline sampai dengan ditutupnya pengiriman CV di website adalah kurang dari dua minggu.

Dalam situasi di mana tantangan dunia HR semakin komplek seperti sekarang, inovasi perekrutan semacam ini memang cukup krusial. Tren jumlah pelamar yang terus meningkat, menyulitkan praktisi HR dalam memilih kandidat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Inisiatif ini bisa menjadi salah satu alternatif metode rekrutmen bagi perusahaan, terutama untuk mendapatkan talent yang mampu berpikir kreatif, apapun bidang kerjanya. (*\@yunitew)

Tags: ,