Berbisnis di Rumah Makin Diminati

Bagi Anda yang belum mendapatkan pekerjaan, atau sudah bekerja tapi mulai bosan dengan rutinitas dan kemacetan lalu lintas setiap hari, dan ingin memulai tantangan baru, mungkin Anda bisa mulai mencoba usaha sederhana di rumah yang dapat memberikan berbagai keuntungan.

“Pertumbuhan usaha yang dijalankan dari rumah terus meningkat secara signifikan,” kata perencana keuangan Sulistyawati, saat meluncurkan bukunya yang berjudul 101 Ide Bisnis Tanpa Kantor di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sulistyawati mengatakan, banyak keuntungan yang didapat dari berbisnis di rumah seperti tidak perlu menyewa tempat khusus, cukup mendesain dan mengatur ulang ruangan yang ada untuk dijadikan ruang kerja sesuai keinginan. “Tinggal menentukan ruang mana yang memungkinkan, bahkan ruang tidur pun bisa disulap menjadi kantor,” kata dia.

Selain itu, tidak perlu waktu khusus untuk berangkat ke lokasi kerja yang bisa memakan waktu berjam-jam akibat kemacetan lalu lintas, dan itu artinya bisa menghindari stres di jalan. Keuntungan lain, menghemat biaya untuk kendaraan, baju, sepatu, tas kerja, makan siang, dan waktu kerja yang fleksibel. “Bisa juga melakukan peran ganda seperti mengurus keluarga, serta dapat menjadi potensi peningkatan pendapatan keluarga,” papar dia.

Tentu saja Sulistyawati tidak menutupi adanya kelemahan berbisnis di rumah. Disebutkan misalnya, perasaan terisolir dari lingkungan kerja, kesendirian, pendapatan yang tidak teratur hingga perasaan jenuh. Selain itu, ada anggapan usaha di rumah sebagai pekerjaan yang tidak serius dan kurang profesional karena lokasinya di rumah dan tanpa ikatan. “Kendala lain usaha di rumah sering dilakukan tidak kosisten, banyak gangguan seperti dari anak, tetangga, serta adanya perasaan takut gagal,” rinci dia.

Sulistyawati punya solusinya. Seperti dikutip Kompas.com, dia menyarankan agar sebelum terjun ke dalam bisnis sebaiknya mempelajari risiko dan kelemahan sehingga mampu menghadapi segala kemungkinan. Diingatkan, banyak ide bisnis sederhana yang banyak dibutuhkan orang. Sebagai contoh, usaha yang berhubungan dengan kamar tidur seperti produksi (atau agen atau toko) seprei dan bed cover. Contoh lain, yang berhubungan dengan kamar mandi seperti distributor detergen dan pembersih kamar mandi, sabun, lulur, dan peralatan mandi.

“Usaha lain yang banyak dibutuhkan khususnya kaum wanita, seperti salon, butik, penjahit, distributor busana muslim, produksi jilbab, ritel aksesoris, penjual parfum, Multi Level Marketing produk kecantikan, kerajinan aksesoris dan sebagainya,” terang dia.
Untuk usaha yang berhubungan dengan dapur, Sulistyawati menyebut contoh toko sembako, pembuatan kue, katering, kafe, kursus memasak dan membuat kue dan penyedia pembantu rumah tangga. Sedangkan yang berhubungan dengan anak antara lain butik perlengkapan bayi, desainer kamar anak, jasa penitipan anak, toko mainan anak dan kado, kelompok bermain dan taman kanak-kanak.

“Usaha lain adalah penerjemah, agen koran dan majalah, rental buku dan komputer, penulis, kreasi bunga, penyedia jasa kurir, percetakan, budidaya tanaman hias, rental sepeda motor,” kata dia seraya memberikan tips, untuk memulai usaha perlu diperhatikan apakah menyukai bisnis tersebut, adakah keahlian yang mendukung, tahu bagaimana menjalankanya, modal yang cukup, dan ada kaitannya dengan hobi.

Tags: