Benefit Terbuang Percuma Jika Tak Tepat Sasaran

Kedengarannya memang seperti kabar buruk bagi karyawan. Namun, bukankah bila perusahaan sehat, keuntungannya kembali ke karyawan juga? Pada zaman ekonomi sulit sekarang ini, perusahaan disarankan untuk berhenti “jor-joran” dalam memberikan banefit kepada karyawan.

Sejumlah pakar bidang employee benefit mengingatkan, banyak benefit dari perusahaan kepada karyawan yang sebenarnya tidak perlu, atau tidak tepat sasaran. Terutama bagi perusahaan skala kecil dan menengah, berhati-hati dalam program benefit, termasuk dana pensiun serta asuransi jiwa dan kesehatan, bisa menghemat biaya yang cukup signifikan per tahun.

Pan Andreas dari lembaga konsultan kesejahteraan karyawan Towry Law di Inggris mengatakan, “Benefit untuk karyawan biasanya sekitar tujuh persen dari total payroll. Ini angka investasi yang tinggi.” Belum lagi, perusahaan biasanya membayar konsultan untuk urusan benefit bagi karyawan. “Pada zaman ketika perusahaan dituntut untuk memperhitungkan setiap pengeluaran, penting bagi pengusaha untuk menyadari, jangan sampai membayar (konsultan) terlalu tinggi dan tidak setara dengan advice yang diterima,” tambah dia.

Direktur Marketing Accor Service, sebuah perusahaan provider employee benefits Andy Philpott mengingatkan agar perusahaan dalam memberikan reward dan benefit kepada karyawan menyesuaikan dengan kebutuhan ketenagakerjaan. “Karyawan pada jenjang-jenjang karier yang berbeda membutuhkan benefit yang berbeda pula,” ujar dia.

Dicontohkan, pada level rendah seperti lulusan baru yang pertama kali memasuki dunia kerja, mungkin akan lebih membutuhkan uang untuk liburan ketimbang menabung untuk menyiapkan masa pensiun. “Investasi waktu dan uang untuk komunikasi reward dan benefit akan terbuang percuma jika program-program yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan dan tidak aspiratif terhadap karyawan,” tandas Philpott.

Tags: