Bekerja Menambah Berat Badan

Merasa terlalu kurus dan ingin menambah berat badan? Bekerjalah. Barangkali ini kabar yang cukup baru. Para lulusan universitas yang mulai memasuki dunia kerja ternyata tak hanya mendapatkan pengalaman baru berupa gaji tetap bulanan, pelatihan dan mungkin promosi jabatan. Ada “pendapatan” lain yang barangkali tak mereka sadari: kenaikan berat badan.

Sebuah penelitian terbaru yang dirilis di Chicago menemukan, hampir separo karyawan mengalami kenaikan berat badan sejak mulai bekerja. Diprakarsai oleh CareerBuilder.com, survei melibatkan 2200 partisipan. Empatpuluh enam persen dari mereka mengatakan, berat badan bertambah sejak mulai bekerja. Lebih jauh, dari hasil penelitian tercatat, satu dari setiap lima karyawan mengatakan, mereka bertambah berat lebih dari 10 pound, sementara hampir satu dari 10 orang lainnya mengaku, bertambah 20 pound.

Karyawan dalam pemerintahan (57%), teknologi informasi (54%) serta akuntansi dan keuangan (53%) paling banyak mengalami kenaikan bedat badan dibandingkan dengan pekerja bidang ritel (35%) dan penjualan (39%). Namun, gejala ini bukanlah sesuatu yang dianggap menggembirakan. Jajaran pimpinan perusahaan termasuk pihak yang disalahkan dalam hal pertambahan berat badan karyawan ini. Menurut Vice President HR CareerBuilder.com Rosemary Haefner, pihak perusahaan mestinya mendukung gaya hidup sehat bagi karyawannya.

“Punya waktu untuk membuat masakan sehat dan pergi ke tempat latihan senam setelah hari kerja mungkin bisa membantu,” ujar dia menyebut contoh betapa perusahaan mestinya memperhatikan akses dan fasilitas untuk karyawan di luar jam kerja. “Masalahnya, petinggi yang mempekerjakan mereka tidak mendukung terciptanya kondisi seperti itu. Delapan puluh persen karyawan mengatakan, perusahaan mereka tidak begitu peduli dengan hal-hal yang bisa membuat karyawan mempertahankan berat badan idealnya,” tambah dia.

Masih berkaitan dengan hasil penelitian, Direktur Keanggotaan pada Dewan Kesejahteraan Amerika, sebuah lembaga nirlaba yang berpusat di Omaha, David Steurer menambahkan, perusahaan yang tidak mendukung inisiatif-inisiatif yang berkaitan dengan kesehatan telah kehilangan kesempatan emas untuk ikut mensukseskan kampanye nasional melawan kegemukan. “Kita hidup dalam sebuah masyarakat yang sangat tidak sehat. Tapi di tempat kerja, kita hidup dalam sebuah lingkungan tertentu yang jelas, yang lebih mempengaruhi hidup kita dibandingkan dengan publik umum,” lanjut dia.

Tags: