Beda Generasi Karyawan, Banyak Kesamaan

Mereka lahir pada dekade yang berbeda, menjalani gaya hidup yang lain pula dan memiliki perhatian pada hal-hal yang sepenuhnya tak sama. Tapi, ada satu hal yang melekat pada karyawan semua generasi. Yakni, sama-sama tidak mempercayai bos mereka.

Hanya kurang dari separo kaum pekerja berapa pun usia mereka yang percaya pada pimpinan organisasi mereka, dengan hampir 9 dari 10 merasa bahwa para bos tidak responsif.

Riset yang dilakukan Watson Wyatt meninjau perbedaan perilaku dalam bekerja pada karyawan berusia tua dan muda di Kanada. Dan, menemukan bahwa berapa pun usia mereka, sering memiliki banyak kesamaan.

Oleh karenanya, para manajer yang selalu beranggapan bahwa pekerja generasi muda dan tua menginginkan hal-hal yang berbeda dari pekerjaan, harus berhenti membeda-bedakan perlakukan terhadap karyawan. Hal-hal yang mengikat karyawan pada dasarnya sama, terlepas dari perbedaan generasional, demikian survei menyimpulkan.

Idealnya, menurut Watson Wyatt, para manajer harus mampu memperlihatkan kepemimpinan dan arah strategi yang bisa menciptakan rasa percaya diri untuk mendukung sukses perusahaan jangka panjang. Selain itu, perlu juga adanya program reward , mayoritas dari 3000 karyawan yang disurvei menyatakan hal-hal itu tidak terjadi.

Hanya 44% yang mengaku mempercayai kepemimpinan perusahaan mereka, dengan tingkat kepercayaan yang mengecil pada level yang makin rendah dalam organisasi.
Dan, hanya 43% yang mengatakan, pemimpin mereka merespon pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban-jawaban langsung.

Yang cukup tak terduga, studi tersebut menemukan hubungan yang kuat antara keterikatan karyawan dengan kinerja keuangan perusahaan. Perusahaan-perusahaan dengan tingkat keterikatan karyawan yang tinggi memperlihatkan annual total returns yang lebih baik kepada shareholder, pasar premium yang lebih tinggi dan tingkat produktivitas yang lebih tinggi pula. Dibandingkan, dengan perusahaan yang tingkat keterikatan karyawannya rendah.

“Anggapan-anggapan (yang salah) tentang perbedaan antargenerasi di tempat kerja telah membuat banyak organisasi mengembangkan program-program yang bisa mengganggu keterikatan karyawan,” ujar practice leader pada Watson Wyatt Debra Horsfield. “Kaum pengusaha seharusnya menghindari label-label, dan fokus pada hal-hal umum yang memotivasi karyawan,” tambah dia.

“Temuan-temuan ini secara nyata mengindikasikan perlunya ruang untuk meningkatkan kestabilan komunikasi dua arah yang efektif dengan karyawan, guna membangkitkan motivasi dan komitmen mereka ke tingkat yang lebih tinggi,” simpul Horsfield.

Tags: