BBM Naik, Karyawan Minta Gaji Naik 30%

Tujuh serikat karyawan yang tergabung dalam Dewan Pengupahan DKI Jakarta meminta kenaikan upah minimum provinsi (UMP) sebesar 30 persen. Kenaikan tersebut untuk membantu para karyawan yang tertekan oleh kenaikan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak.

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Endang Sunarto di Jakarta, Selasa (27/5) mengatakan, kenaikan harga BBM telah membuat pengeluaran karyawan melambung tinggi. Saat ini, karyawan menjadi semakin miskin sehingga mereka meminta gaji dinaikkan agar dapat bertahan hidup.

Di sisi lain, seperti dilaporkan Kompas, pendapatan karyawan cenderung turun karena melemahnya sektor produksi. Karyawan garmen yang biasanya mendapat lembur otomatis selama 4 jam, misalnya, kini hanya mendapat lembur otomatis 2 jam.
”Sebelum kenaikan harga BBM, setiap buruh selalu nombok biaya hidup sekitar Rp 900.000 per bulan. Tambahan uang itu didapat dari kerja sambilan, seperti menjadi tukang ojek, jual voucher, atau malah berutang ke berbagai sumber,” kata Endang.

Menurut Ketua Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronika dan Mesin (FSP LEM) Hardjono, kenaikan gaji karyawan tidak akan memberatkan pihak perusahaan. Sebab, komponen gaji hanya mengambil porsi 5 persen dari biaya produksi. Bila aspirasi tersebut diabaikan, karyawan berencana mogok kerja.

Selain SPN dan FSP LEM, yang turut mengajukan tuntutan kenaikan gaji karyawan adalah Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia, Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI), FSPSI Niaga, Industri, Bank dan Asuransi (NIBA), FSP Kimia, Energi dan Pertambangan (KEP), serta FSP Tekstil, Sandang, dan Kulit (TSK).

Menanggapi permintaan itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengizinkan para pekerja menempuh jalur resmi di dewan perburuhan. Sementara itu, sebelumnya, pihak pengusaha melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengaku sulit bahkan untuk menaikkan tunjangan saja.

Ketua Umum Kadin MS Hidayat seperti dikutip Antara mengatakan, pengusaha akan kesulitan untuk menaikkan tunjangan transportasi dan makan karyawan karena hingga enam bulan ke depan merupakan masa recovery bagi pengusaha setelah kenaikkan harga BBM.Menurut Hidayat, perusahaan juga terpukul oleh kenaikan BBM dan salah satu cara menyelamatkan adalah dengan tidak menaikkan tunjangan transport dan makan karyawan. Tapi, ditambahkan, itu tidak berlaku sama di semua perusahaan.

Tags: