Baru Separo Perusahaan di Indonesia yang Terapkan “Employee Value Proposition”

Employee Value Propotion (EVP) merupakan salah satu faktor penting yang mestinya diberikan oleh perusahaan untuk menarik dan mempertahankan karyawan. Sayangnya, baru separo lebih sedikit perusahaan di Tanah Air yang menerapkan EVP. Demikian menurut hasil temuan survei yang dilakukan oleh Watson Wyatt Indonesia terhadap 45 perusahaan baik global, internasional maupun domestik yang bergerak dalam berbagai industri.

“Limapuluh empat persen dari peserta survei di Indonesia mengatakan bahwa mereka telah menerapkan EVP,” ungkap Practice Leader untuk Watson Wyatt Human Capital Group di Jakarta Henry Hanafiah ketika mengumumkan hasil surveinya pekan lalu. Dijelaskan, istilah EVP merujuk pada aneka program yang ditawarkan oleh perusahaan sebagai imbalan atas pekerjaan. “Melalui EVP, perusahaan menyelaraskan tenaga kerja dengan misi dan citra perusahaan, serta cara membedakan dirinya.

Tujuannya, untuk menarik dan mempertahankan karyawan yang memiliki kecakapan atau talenta. “Lebih jauh Henry merinci, EVP meliputi gaji, benefit, fasilitas, lingkungan kerja dan kesempatan karier. “Kadang EVP disebut sebagai employee deal,” ujar dia. Survei menemukan, dari 54% perusahaan yang menyatakan telah menerapkan EVP, 91%-nya menerapkannya untuk tujuan perekrutan dan modifikasi manajemen kinerja. “Dan, dari 54% yang telah menerapkan itu, 86% memiliki reputasi yang baik dalam menyediakan EVP yang layak,” tambah Henry.

Penerapan EVP sendiri merupakan salah satu komponen yang menandai bahwa sebuah perusahaan telah memiliki pendekatan yang terintegrasi dalam Reward&Talent Management. Dalam situasi krisis seperti sekarang, pendekatan tersebut dinilai kian mendesak. Managing Consultant Watson Wyatt Indonesia Lilis Halim mengatakan, dalam situasi krisis, perusahaan akan menggeser fokusnya. “Menarik dan mempertahankan karyawan termasuk prioritas, di samping manajemen biaya,” ujar dia.

Secara umum Lilis melihat, berdasarkan hasil survei, perusahaan-perusahaan di Indonesia telah memiliki pemahaman yang baik akan faktor-faktor utama yang dapat menarik dan mempertahankan karyawan. Diharapkan, pemahaman tersebut dibarengi dengan tindakan yang nyata.

Tags: