Banyak Orang Mulai Kehilangan Pekerjaan

Banyak orang mulai kehilangan pekerjaan menyusul kondisi ekonomi dunia yang terus memburuk akibat masalah kredit, kenaikan harga-harga sebagai dampak dari melonjaknya harga BBM dan krisis energi. Mimpi buruk itu menjadi kenyataan yang bukan tidak mungkin akan dialami orang-orang di sekitar kita. Atau, kita sendiri?

Di negeri yang gagah perkasa seperti Amerika Serikat saja, menurut survei yang dilakukan lembaga bernama The Conference Board, per Juni dan Juli ini jumlah orang yang kehilangan pekerjaan meningkat. Diramalkan, hal itu akan terus berlanjut pada bulan-bulan mendatang.Sementara di Inggris, sebuah studi yang dilakukan oleh Recruitment and Employment Confederation bersama lembaga konsultan KPMG memperlihatkan adanya penurunan dalam penempatan tenaga kerja tetap hanya terjadi aktivitas di area tenaga kerja kontrak.

Raksasa elektronika Siemens yang berpusat di Jerman baru saja mengumumkan akan memangkas 16 ribu karyawannya di seluruh dunia. Pengurangan karyawan juga diumumkan oleh American Airlines,  General Motors, Chrysler dan Starbucks.”Tren penurunan indeks ketenagakerjaan bulan-bulan terakhir ini tidak menyisakan ruang untuk optimisme,” ujar ekonom senior pada The Conference Board Gad Levanon.

“Banyak pengusaha kini tampaknya menerima hal yang tak terelakkan. Mereka harus memangkas biaya-biaya dengan memutus hubungan dengan karyawan sebab bisnis mereka tidak akan tumbuh seperti yang diharapkan,” tambah Direktur KPMG Alan Nolan.
Menurut Kepala Perencanaan Keuangan pada lembaga konsultan manajemen SDM Watson Wyatt, Mick Calvert pemimpin perusahaan perlu mengupayakan bantuan dan nasihat finansial secara personal bagi karyawan.

Tags: