Banyak Orang HR Stres Akibat Krisis

Jangan heran atau kaget kalau suatu malam Anda menjumpai manajer HR di perusahaan tempat Anda bekerja sedang minum-minum sampai mabuk di klab malam. Jangan salahkan dia pula. Sebab, di masa krisis saat ini, banyak profesional HR yang mengalami tekanan berat.

Survei yang dilakukan oleh Workforce Management terhadap 372 orang profesional HR antara lain menemukan bahwa banyak orang HR lari ke minuman keras untuk mengantasi stres akibat dampak krisis.Seperti dikutip BusinessWeek edisi 27 Juli 2009, hampir seperempat dari mereka yang disurvei mengaku mengkonsumsi alkohol, rokok dan obat-obatan penenang untuk mengatasi tekanan akibat kebijakan PHK dan pemangkasan biaya-biaya.

Hal itu tidak mengherankan. Sebab, di masa krisis saat ini, orang HR berada di pusat sorotan. Mereka harus menghadapi banyak rapat untuk mengambil keputusan-keputusan berat yang kadang bertentangan dengan hati nurani mereka. Bagaimana pun, orang HR juga manusia biasa.

“Jika Anda orang HR, maka setiap kali karyawan melihat Anda, mereka akan menganggap Anda sebagai dewa penolong agar tidak terjadi PHK, dan itu sungguh membuat Anda tertekan,” ujar ahli psikologi organisasi di New York, Ben Dattner. Sepakat dengan pendapat tersebut, psikolog pada Executive Health & Wealth Institute di Miami, Grabriela Cora mengakui, memang berat posisi HR saat ini. “Perusahaan tingga bilang, kami terpaksa melakukan PHK. Tapi, hanya orang HR yang tahu dampaknya lebih jauh,” kata dia.

Celakanya, menurut konsultan dan mantan eksekutif HR Alaina Love, tidak banyak perusahaan yang membekali HR mereka dengan keterampilan untuk mengatasi hal-hal yang terjadi akibat krisis. “Kebanyakan orang HR kurang dipersiapkan,” ujar dia.
Tampaknya, ini memang saat yang tepat bagi orang HR untuk mengambil tunjangan kesehatan mereka sendiri.

Tags: