Banyak Manajer Habiskan Waktu untuk Aktivitas Tak Produktif

Semua karyawan atau kaum profesional pasti berusaha untuk terus-menerus meningkatkan karirnya hingga setidaknya jenjang manajer. Tapi, setelah promosi itu berhasil didapatkan, apa yang terjadi? Menurut sebuah survei: orang-orang yang telah menduduki kursi manajer lebih banyak menghabiskan waktu di belakang meja ketimbang beraksi nyata mengelola anak buah.

Lembaga konsultans Prodfoot mensurvei 1300 manajer level menengah di seluruh dunia dan mendapati temuan yang cukup mengejutkan. Bahwa, ternyata, rata-rata manajer menghabiskan hari-hari kerja mereka untuk aktivitas-aktivitas yang tidak produktif.
Laporan hasil penelitian The Global Productivity tersebut mengungkapkan, 34% dari waktu para manajer habis untuk pekerjaan-pekerjaan yang bersifat administratif. Hanya sepersepuluh (waktu para manajer) yang digunakan untuk kegiatan aktif yang bersifat supervisi terhadap bawahan.

Dan, oleh sebab kondisi para manajer semacam itu, para karyawan yang ada di bawah mereka pun kurang lebih sama. Survei menemukan, lebih dari sepertiga waktu karyawan dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak produktif. Artinya, dari 5 hari kerja, hampir dua hari (1,7) tidak produktif. Sedangkan, untuk para manajer, 18,5% dari total waktu mereka, atau setara dengan satu hari kerja penuh, tidak produktif.

Rintangan

Para manajer juga diminta untuk menyebutkan 5 rintangan utama dalam meningkatkan produktivitas.Hasilnya sebagai berikut:

1. Minimnya karyawan berketerampilan tinggi

2. Kurangnya komunikasi internal yang bagus dan berbagai regulasi

3. Rendahnya semangat karyawan

4. Angka turnover yang tinggi

5. Kualitas dari supervisor yang bersangkutan

Lebih jauh, kondisi secara global menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan berada di bawah kinerja ketika dihadapkan pada isu produktivitas –hanya 30% saja perusahaan yang benar-benar produktif.

CEO Proudfoot Consulting Luiz Carvalho mengatakan, temuan hasil penelitian tersebut hendaknya bisa menjadi peringatan bagi perusahaan sekaligus kesempatan untuk berbenah. Disarankan, perusahaan sebaiknya memperhatikan ringtangan-rintangan yang menghambat produktivitas, seperti kebijakan dan prosedur yang tidak perlu, birokratisasi dan fungsi-fungsi yang tidak efektif.

“Mengapa para manajer lebih banyak menghabiskan waktu untuk administrasi? Salah satu penyebabnya tak lain karena mereka harus menghadapi kertas-kertas kerja yang tak perlu,” ujar Carvalho. “Berapa banyak laporan-laporan yang masuk kepada manajer setiap bulannya, dan berapa banyak laporan yang harus mereka buat untuk pekerjaan mereka sendiri?” tanya dia retoris.

Menurut hemat Carvarlo, banyak di antara laporan-laporan itu yang sesungguhnya tidak perlu. “Ini saatnya untuk meng-assesst pekerjaan kantor secara rasional,” tambah dia menyarankan. “Perusahaan yang mampu bertahan di masa depan adalah mereka yang mampu mengatasi lima rintangan tadi, sehingga bisa menjadi lebih produktif dan kompetitif,” simpul Carvalho.

Tags: ,