Banyak Karyawan Sengaja Minta PHK Demi Uang Pesangon

Sungguh mengherankan bahwa di tengah tingginya angka pengangguran dan minimnya lapangan pekerjaan, ternyata justru banyak karyawan yang sengaja melakukan kesalahan atau bekerja di bawah tuntutan performa yang semestinya. Tujuan mereka tak lain agar di-PHK dan mendapatkan uang pesangon.
Gejala semacam itu mengemuka dalam sesi tanya jawab pada salah satu track diskusi di ajang HR Expo 2009 yang menampilkan pembicara seorang pakar hubungan industrial, Dr. Bambang Supriyanto, SH, MH di Jakarta, pekan lalu.
Bambang pun tak bisa menutupi keterkejutannya. "Kok ada ya, di masa sulit seperti sekarang ini," kata dia mengomentari pertanyaan salah seorang peserta seminar. Peserta lainnya pun serempak membenarkan.
Menurut mantan anggota Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (P4P) itu menegaskan, kalau ada karyawan seperti itu, sebaiknya "dituruti" saja keinginannya, dalam arti sebaiknya memang di-PHK. "Sudahlah, tidak ada yang bisa diharapkan dari karyawan yang begitu, dia pasti tidak perform," ujar dia.
"PHK saja dan kasih pesangonnya, paling berapa sih?" tambah Bambang sambil mengkalkulasi, taruhlah karyawan yang bersangkutan terbilang senior dalam masa kerja, maka pesangonnya mungkin akan cukup besar. Namun, dengan mem-PHK-nya, akan memberi dampak pada kenyamanan lingkungan kerja.
"Orang seperti itu hanya akan memberi pengaruh buruk pada karyawan lain," ujar direktur sekaligus fasilitator pada program Certified Human Resources Professional (CHRP) di Universitas Atmajaya Jakarta itu.
Lebih jauh Bambang mengingatkan pentingnya bagi orang HR untuk mempelajari dan memahami dengan baik aspek-aspek hubungan industrial. Menurut dia, ini tak kalah penting dibandingkan dengan bidang-bidang HR lainnya seperti talent management serta compensation&benefit.
"Memang tidak bergengsi sih, tapi kalau aspek ini tidak diantisipasi dengan baik, akan jadi masalah," ujar dia seraya mengingatkan bahwa masalah-masalah hubungan industrial tidak akan ada habisnya.

Tags: