Bank Syariah Butuh 10.000 Profesional

Kurangnya SDM yang dikeluhkan kalangan perbankan syariah selama ini merupakan peluang besar bagi para pencari kerja atau pun lulusan SMU yang masih bingung menentukan bidang studi untuk jenjang kuliahnya. Lebih-lebih, saat ini saja, bank syariah butuh 10 ribu profesional.
Perbankan syariah di Indonesia memang sangat kekurangan tenaga profesional. Untuk mengatasinya, mereka selama ini antara lain mengandalkan tenaga profesional dari bank konvensional.
”Jalan tengah saat ini hanya dengan merekrut tenaga profesional dari bank konvensional,” demikian diakui oleh Kepala Unit Syariah Bank Permata Achmad K Permana. Dalam diskusi Masyarakat Ekonomi Syariah di Jakarta, Rabu (21/10), Achmad menyayangkan belum adanya pendidikan khusus untuk profesional perbankan syairah.
"Padahal, sektor ini tumbuh sangat cepat dan membutuhkan banyak tenaga profesional,"ujar dia.
Kendati demikian, sejauh ini Achmad menilai, perekrutan (karyawan bank konvensional ke syariah) itu tidak bermasalah. Perbankan tinggal menyinkronkan peraturan Bank Indonesia tentang perbankan syariah dengan pengalaman para profesional tersebut.
”Dengan cara itu saja masih banyak kekurangan tenaga. Saat ini diperkirakan masih kurang 10.000 profesional perbankan syariah,” tutur dia.
Diakui, kekurangan itu pada akhirnya memicu praktik perekrutan yang tidak sehat. Sampai sekarang masih lazim ada saling bajak tenaga profesional perbankan syariah. ”Seharusnya ada aturan ketenagakerjaan lebih tegas soal ini,” harap dia seraya mengimbau pemerintah agar lebih memperhatikan pendidikan profesional perbankan syariah.
Sampai saat ini, Achmad melihat, belum ada pendidikan ekonomi syariah yang komprehensif dan berkualitas.

Tags: