Bagaimana HRD Berperan dalam Branding dan Marcomm?

amalia maulana


Apa pun jenis dan bentuk produk kita, setiap perusahaan perlu melakukan branding agar orang mengenal identitas kita. Dan meskipun banyak orang beranggapan bahwa proses branding identik dengan komunikasi marketing, sebenarnya branding jauh lebih kompleks dari itu. Dan dalam proses yang terbilang kompleks tersebut, terdapat peran Departemen Human Resource (HR) di dalamnya.

Amalia E. Maulana, seorang dosen dan praktisi marketing mengungkapkan bahwa terdapat lima key poin penentu efektivitas branding sebuah produk. Poin pertama adalah people. Empat poin lainnya adalah objektif, measurement, optimization, dan monitoring. HRD dapat berberan sebagai partner bagi departemen marketing, terutama dalam hal membangun people. Karena keberhasilan proses branding diderivasi dari kompentensi dari awak marketing.

Berkaitan dengan hal ini, HRD dapat menyiapkan dan memilih talent-talent sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh Departmen Marketing. “Ketika departemen marketing memerlukan orang atau staff, maka tugas HRD lah untuk mencarikannya. Jadi penting sekali bagi HRD untuk mengerti gambaran umum proses ataupun program yang tengah direncanakan oleh Departemen Marketing. Selain itu, HRD juga berperan untuk membentuk struktur organisasi yang memungkinkkan strategi marketing berjalan dengan lancar,” ungkap Amalia dalam seminar yang bertajuk “Effective MarCom: Stop Pemborosan Biaya Branding & MarCom” di Hotel Four Season kemarin (19/9).

Ia menambahkan bahwa dalam proses penciptaan brand, tahap demi tahap harus dikawal. Dan HRD ikut andil dalam mengawal tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menyusun struktur organisasi yang memungkinkan pengawalan terjadi. Misalnya menunjuk brand manager untuk mengatur dan memastikan proses branding berjalan efektif.

Dalam seminar tersebut, disinggung pula mengenai pemborosan yang kerap kali dilakukan oleh tim marketing dalam mengomunikasikan brand perusahaan. Adakalanya program marcomm salah target, tidak sesuai konteks dan akhirnya justru menimbulkan pemborosan yang merugikan perusahaan. Oleh karena itu, selain HRD, orang-orang di departemen finance juga perlu melek tentang strategi yang diprogramkan oleh tim branding maupun marcomm.

“Tidak perlu mengetahui strateginya secara mendalam. Tetapi setidaknya “big picture”nya mereka tahu. Perlu terjadi sinergi antara departemen marketing dengan departmen finance,” demikian ungkap Amalia.

Pun dalam membangun kesadaran dari orang-orang di departemen finance ini, HRD di perusahaan harus terlibat. HRD bisa mendorong atau mengirimkan mereka pada training agar lebih paham mengenai hal ini. Agar ketika dimintai dana untuk marcomm, orang finance tidak langsung dengan mudah mengeluarkan uang, tetapi memahami terlebih dahulu “raport” kinerja marketing departemen. Tentang bagaimana return dari program marketing terhadap penguatan brand perusahaan. (*/@yunitew)

Tags: , ,