Awas, Exodus Talent Global

tabel turnover

Turnover karyawan secara global akan meningkat dalam tahun-tahun ke depan, dengan peningkatan paling tajam pada tahun 2014. Menurut hasil survei Hay Group peningkatan turn over ini disebabkan oleh kembali bertumbuhnya perekonomian dunia.

Studi yang dilakukan Hay Group bekerjasama dengan Centre for Economics and Business Research (Cebr) beberapa waktu yang lalu ini menemukan meningkatnya lowongan pekerjaan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Jumlah karyawan yang akan berhenti pada tahun 2014 diperkirakan mencapai 161,7 juta, meningkat 12,9 persen dibanding 2012. Tren ini akan terus meningkat. Rata-rata rasio turnover karyawan dalam lima tahun ke depan diprediksikan akan meningkat dari 20,6 menjadi 23,4 persen, dan jumlah karyawan resign di seluruh dunia pada tahun 2018 akan mencapai 192 juta.

Peningkatan turnover ini akan dirasakan terlebih dahulu oleh negara-negara yang sedang berkembang (emerging markets), yang dimulai pada tahun ini, sementara bagi negara-negara maju hal ini akan mulai memuncak pada tahun 2014, ketika kondisi perekonomian membaik.

Mark Royal, senior principal Hay Group mengatakan, “Krisis ekonomi beberapa tahun yang lalu telah menyebabkan rasio turn over menurun di banyak perusahaan. Tetapi seiring pulihnya perekonomian dan dunia pekerjaan menjadi lebih stabil, pekerja yang tidak puas adalah resiko kehilangan yang signifikan bagi organisasi di seluruh dunia.

“Untuk menahan agar karyawan bernilai tinggi tidak meninggalkan perusahaan dan mencari penawaran yang lebih baik, perusahaan harus memperhatikan masalah engagement dan tantangan pemberdayaan,” tambah Mark seperti dikutip dari siaran pers Hay Group.

Studi berjudul Preparing for Take-Off ini berdasarkan model makroekonomi Hay Group yang menganalisa faktor-faktor utama yang menyebabkan turnover. Studi dilakukan terhadap 700 juta karyawan di 19 negara. Grafik di bawah ini menunjukkan rasio turnover global dan jumlah tenaga kerja.

Tags: , ,