Awas, 8 Profesi MRA dan Perusahaan dari 9 Negara Asean Siap Masuk ke Indonesia!

HCNC PPM 2015_Reni

Pengembangan kapabilitas dari karyawan bertalenta sudah menjadi kebutuhan bagi setiap perusahaan, sehingga tak heran jika banyak perusahaan menginvestasikan waktu dan sumberdaya untuk menggapainya. Namun demikian ada isu besar yang siap menghadang proses pengembangan talenta tersebut, yakni mekanisme engagement. Hal ini bisa dimaklumi di tengah arus globalisasi yang tak terbendung dan menjamurnya perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia, dibarengi dengan bergesernya loyalitas karyawan. Ada jargon karyawan tidak lagi loyal pada perusahaan, tetapi loyal pada profesi. Maka jangan kaget bila acapkali demi mendapatkan SDM yang berkualitas, diperoleh dengan cara bajak-membajak talenta terbaik perusahaan.

HCNC PPM 2015_Reni

(Reni Lestari Razaki, Direktur Jasa Pengembangan Eksekutif PPM Manajemen, saat membuka Human Capital National Conference (HCNC) 2015)

 

Untuk itu pemimpin perusahaan ataupun para pengambil keputusan di bidang SDM dirasa perlu untuk mempersiapkan diri dalam mengelola talenta terbaiknya melalui pendekatan yang lebih komprehensif, pun mereka harus mendapatkan informasi berdasarkan hasil riset mengenai efektivitas perusahaan dalam mempertahankan dan mengembangkan talenta terbaiknya, serta mendengar sharing dari para praktisi berpengalaman dalam mempersiapkan talenta sesuai standar global yang diharapkan menjadi inspirasi untuk dipraktekkan pada perusahaan.

Isu engagement inilah yang pagi ini coba diangkat oleh Program Manajemen Event-PPM Manajemen, dengan gelaran Human Capital National Conference (HCNC)  2015 yang mengambil tema “Global Talent Enggagement & Development” di Solo, 18-19 November 2015.

Reni Lestari Razaki, Direktur Jasa Pengembangan Eksekutif PPM Manajemen yang berkesempatan membuka acara, mengingatkan bahwa tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah ada di depan mata. “Saat ini Indonesia akan menghadapi dunia yang terintegrasi dan borderless. ‘Free flow of skilled worker’ di tingkat Asean akan mulai terjadi pada 8 profesi yang telah disepakati Mutual Recognition Arrangement (MRA), serta hal ini sejalan dengan ‘free flow of investment’ yang akan membuka pintu bagi perusahaan-perusahaan di 9 negara Asean untuk masuk ke Indonesia. Lantas apa dampaknya bagi para eksekutif dan pengambil keputusan di bidang SDM?,” kata Reni dengan nada bertanya.

Reni pun menjelaskan bahwa belakangan ini mencari talent bagus susahnya minta ampun. Ironisnya, setelah mendapatkan kandidat bagus, perusahaan gagal mempertahankan talent-nya karena pergi ke tempat lain. Tantangan ini makin kencang tekanannya manakala manajemen meminta Divisi SDM untuk segera menyiapkan talent terbaik karena perusahaan akan lari kencang menuju ke ‘global market’. Isu-isu SDM inilah, tambah Reni, yang akan dibahas dalam seminar HCNC 2015. “Kita akan belajar apa dampak employee brand equity pada perusahaan, bagaimana pendekatan dan pembelajaran talent management terbaik yang diterapkan di banyak perusahaan global, khususnya untuk development dan engagement berstandard global dengan best practice di PT Mahadana Dasha Utama, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Citibank N.A. Indonesia,” tukas Reni. (*)