Appraisal Hanya Buang Waktu?

Memasuki bulan Desember, banyak perusahaan biasanya menyiapkan <I>appraisal</I> (penilaian) tahunan untuk karyawan. Kesempatan bagi para manajer untuk mengetahui kualitas anak buahnya? Salah. Sebuah penelitian terbaru menemukan adanya kecenderungan bahwa hasil <I>appraisal</I> justru digunakan oleh karyawan untuk mencari pekerjaan baru di tempat lain!
Penelitian yang dilakukan oleh Investor in People, Inggris itu melibatkan 3000 karyawan sebagai responden dan menemukan bahwa hampir separo dari mereka yang telah menerima hasil appraisal tidak percaya manajer mereka jujur dalam proses itu. Dan, sepertiga menganggap penilaian tahunan itu hanya buang waktu saja, dengan seperlima tak mau menerimanya karena merasa telah diperlakukan tidak <I>fair</I>.
Ditemukan juga bahwa seperempat dari karyawan yang dinilai menduga manajer mereka sebenarnya hanya melihat penilaian tahunan itu sebagai permainan "tick box". Di samping itu, seperlima memprotes kurangnya persiapan para manajer dalam melakukan penilaian –menurut mereka, para manajer itu bahkan baru mulai melakukannya setelah duduk di ruangan.
Tentu saja, tidak semua karyawan berpandangan miring. Survei masih menemukan 4 dari 10 responden yang menerima hasil <I>appraisal</i> sebagai sesuatu yang berguna untuk mengukur <I>progress</I>. Namun, tetap saja sangat sedikit yang percaya bahwa manajer mereka akan berbuat sesuatu berkaitan dengan hasil penilaian tersebut.
Hanya seperlima yang percaya bahwa manajer mereka akan berbuat sesuatu berkaitan dengan hasil penilaian tersebut, dan prosentase yang hampir sama mengatakan bahwa bos mereka jarang atau bahkan tidak pernah menindaklanjuti <I>concern</I>-nya pada hasil <I>appraisal</I> itu.
<B>Feedback Rutin</B>
Sepertiga karyawan sebenarnya percaya bahwa <I>appraisal</I> (tahunan) sangat membantu. Namun, mereka lebih menyukai <I>feedback</I> yang sifatnya lebih rutin dari atasan
"Kurang atau bahkan mungkin tidak adanya <I>feedback</I> yang lebih rutin itulah yang menjelaskan mengapa empatpuluh persen karyawan mengaku terkejut dengan hasil <I>appraisal</I> tahunan mereka," ujar salah seorang CEO Investor in People Simon Jones.
Jones menegaskan bahwa <I>review</I> tahunan tetap diperlukan, baik bagi pimpinan maupun karyawan, khususnya untuk mengidentifikasi area-area pengembangan serta membangkitkan motivasi dan <I>engagement</I>. Namun, diingatkan, manajer bisa kehilangan manfaat tersebut jika tidak melakukannya dengan benar.
"Karyawan tidak hanya mengharap kejujuran, tapi juga rutinitas, <I>feedback</I> sepanjang tahun sehingga mereka tidak terkejut saat <I>review</I> tahunan dilakukan," ujar dia seraya menambahkan bahwa <I>appraisal</I> sebaiknya dilakukan secara seimbang dan objektif, disertai diskusi tentang target-target dan kesempatan-kesempatan ke depan.
"<I>Appraisal</I> akhir tahun adalah kesempatan besar bagi manajer untuk memastikan karyawan mereka merasa tertantang dan dihargai untuk setahun ke depan," simpul Jones.