Apakah Perlu Pekerja Tidur Siang?

Memiliki tim pekerja dengan tingkat produktivitas yang tinggi tentu menjadi dambaan bagi para pemilik bisnis. Padahal untuk mencapai tahapan tersebut tidaklah terlalu sulit. Cukup dengan memberikan jam khusus bagi para pekerja untuk tidur siang. Lho kok bisa?

Jangan sepelekan tidur siang. Aktivitas yang sering salah kaprah dilekatkan pada orang pemalas ini, sejatinya justru terbalik secara fakta ilmiah. Sebuah studi baru-baru ini di Universitas Kedokteran Athena di Yunani dan Sekolah Umum Kesehatan Harvard di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa orang Yunani yang tidur siang selama paling sedikit tiga kali 30 menit dalam seminggu berisiko mengalami kematian akibat sakit jantung 37% lebih rendah dibanding dengan mereka yang melewatkan tidur siang.

Inilah barangkali yang membuat para pekerja di Jerman, mewacanakan tidur siang masuk dalam agenda jam kerja. Alasannya, para pekerja Jerman semestinya mengambil waktu tidur makan siang di tempat kerja untuk membantu mengurangi stres dan memulihkan kekuatan. Langkah ini, didesakkan oleh seorang pemimpin serikat buruh di Jerman yang akan menjadikannya sebuah revolusi di negara yang mendukung etika kerja keras.

“Tidur singkat pada jam sesudah makan siang mengurangi risiko serangan jantung dan membantu memulihkan energi,” kata Annelie Buntenbach, anggota dewan eksekutif DGB konfederasi serikat buruh Jerman seperti dilansir antaranews.

Sekadar informasi, sebelum revolusi industri, orang Jerman biasa tidur siang, kata pakar kesehatan Universitas Rugensburg Jurgen Zulley kepada koran tersebut. “Sesudah tidur kita bereaksi lebih cepat, lebih penuh perhatian, memori kita lebih baik dan mood kita juga membaik,” tambahnya.