Ajang Award bagi Knowledge-based Enterprise di Indonesia

dunamis

MENGELOLA ilmu pengetahuan di dalam organisasi atau perusahaan jelas sekali mendatangkan banyak manfaat. Diantaranya agar setiap perusahaan dan anggota organisasi yang berada di dalamnya dapat belajar dan menciptakan kultur budaya berbasis pengetahuan. Tantangan di era pengetahuan saat ini pun adalah bagaimana mengembangkan organisasi pembelajar, membangun lingkungan yang saling berbagi pengetahuan, dan mendorong terimplementasi kepemimpinan yang extraordinary skill.

Bertempat di Financial Hall, Graha CIMB Niaga Jakarta, Dunamis secara resmi melakukan kick-off Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) Study (14/3/2012). Selain studi pembelajaran, Dunamis akan memberikan apresiasi bagi perusahaan yang berhasil menerapkan knowledge management dengan konsisten yang inistiatif programnya sudah berjalan sejak 2005.

Sekitar 170 orang yang berasal dari public company dan swasta tampak antusias mengikuti acara pembukaan ajang bagi para knowledge worker. Mereka mengikuti sharing session dari para peraih penghargaan MAKE Award sebelumnya. Tampak PT Unilever Indonesia Tbk yang sudah meraih award sebanyak 7 kali, diwakili oleh Enny Sampurno selaku VP HR PT Unilever Indonesia, PT United Tractors Tbk melalui Nilawati Irjani selaku GM Corporate Planning & Management Development Division dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang diwakili oleh Indra Sutoyo, selaku IT Solution & Strategic Portfolio Director.

Selesai memberikan plakat untuk para pembicara, panitia mengajak para peserta untuk mengisi formulir nominasi yang telah disediakan, dengan syarat peserta tidak boleh mengusung nama perusahaanya sendiri. Nantinya beberapa perusahaan yang dinominasikan akan didata oleh panitia untuk mengikuti tahapan seleksi.

Pada tahapan seleksi, panitia akan menghubungi perusahaan yang telah dinominasikan untuk menjalani beberapa persyaratan. Salah satunya adalah mengisi Company Knowledge Profile (CKP). “CKP untuk mengetahui bagaimana perusahaan mereka memanfaatkan dan mengelola pengetahuan yang ada di dalam companynya,” jelas Satyo Fatwan, Managing Partner Dunamis Organization Services menjawab apa saja syarat untuk menjadi panelis Indonesia MAKE Study.

Setelah tahapan itu dijalani peserta, selanjutnya akan dipilih kurang lebih 10% dari semua perusahaan atau panelis yang hadir. Para panelis yang telah ditunjuk akan menyeleksi 5 organisasi untuk menjadi finalis Indonesian MAKE Study, di mana para finalis diminta untuk mempresentasikan evidence atas pengelolaan knowlege management (KM) di organisasinya.

Setelah dilakukan verifikasi atas bukti yang disampaikan finalis, akhirnya, panelis akan menilai siapa 3 besar yang layak menjadi pemenang 2012 Indonesian MAKE Study. Selain menerima penghargaan, para jawara akan dikirim menjadi wakil Indonesia untuk ajang MAKE di level tingkat Asia. Indonesian MAKE Study 2012 yang kali ini mengambil tema “Creating an Environment for Collaborative Knowledge Sharing,” puncaknya akan dikemas dalam sebuah acara 2012 Indonesian Knowledge Festival yang akan digelar pada 11 Juli 2012 mendatang. (@nurulmelisa)

Tags: ,