9 Perusahaan Superstar di Social Media

CNN Money beberapa waktu yang lalu merilis daftar  9 perusahaan yang menurut mereka terbaik dalam memanfaatkan kekuatan social media. Mereka memiliki Facebook, Twitter, dan LinkedIn yang digunakan untuk melengkapi komunikasi dengan masyarakat. Selain itu mereka juga menambahkan dengan social network yang dikembangkan sendiri. Siapa saja mereka? Simak daftar 9 Superstar Social Media berikut ini:

9. Capital One

Pada tahun 2012, Capital One mulai aktif berkampanye di media sosial. Insitusi keuangan tersebut mengganti sistem intranet mereka dengan social network yang mirip Facebook bernama Pulse. Dengan Pulse, karyawan dapat lebih mudah berkolaborasi dengan karyawan lain. Selain itu, Capital One juga rutin mengadakan pertemuan Social Media Summit setiap tahunnya dengan mengundang pembicara dari Google dan Facebook sebagai pembekalan ber-social media bagi karyawan mereka.

Eksisistensi Capital One juga dibuktikan pada penyelenggaraan event permainan sepakbola “The Capital One Bowl”, di mana sebagai pihak yang mensponsori pertandingan tersebut pasti ingin menyiarkannya secara luas. Melalui akun Twitter mereka, Capital One dengan hahstag yang sudah disepakati, sukses menjadi trending topic selama pertandingan berlangsung. Tidak hanya itu, Capital One ikut bermitra dengan LinkedIn untuk membuat Jet, yaitu sebuah komunitas yang menyediakan berita, tips, dan sumber daya bagi pencari peluang bisnis.

8. Mayo Clinic

Sebagai bentuk komitmen mereka di social media, Mayo Clinic membentuk Pusat Social Media pada Juli 2010. Organisasi ini menjadi pusat social media di industri kesehatan. Terbukti dengan memiliki 140 angggota, Mayo Clinic berhasil merilis sebuah buku pertamanya berjudul “Bringing the Social Media #Revolution to Health Care.” Buku ini tidak hanya mendorong komunitas pekerja kesehatan bergabung di media sosial, tetapi juga menyajikan argumen pentingnya bermedia sosial di tengah perkembangan obat-obatan modern.

Mayo Clinic juga menggunakan Twitter, Facebook, Youtube bahkan Second Life untuk berhubungan dengan pasien. Melalui Twitter mereka rutin membagi hal seputar kesehatan dan membuka line pertanyaan yang bisa dijawab oleh ahli kesehatan yang bersangkutan. Bahkan mereka menawarkan interaksi medis di acara program Radio mingguan Mayo Clinic. Saluran Youtube mereka yang menampilkan beberapa operasi, bedah dan lain-lain telah dilihat lebih dari 8,3 juta orang.

7. Mercedes Benz

Dengan lebih dari 350 dealer yang tersebar di seluruh negeri, Mercedes-Benz USA telah mempunyai reputasi yang kuat di social media. Kebanyakan dealer-dealer mereka ikut mengisi konten di Facebook Fans Page Marcedes-Benz USA yang telah mendapatkan lebih dari 1 juta Likes sampai saat ini. Bahkan melalui sebuah blog internal mereka memberikan beberapa tips untuk mengelola media social dan beberapa tulisan yang terkait dengan Pinterest, dan Instagram, kedua topik yang jauh dari dunia otomotif.

Untuk membuat pelanggan mereka tetap terlibat, Mercedes-benz kerap memanfaatkan social media  sebagai wujud penghargaan bagi konsumen terbaik. Mereka tidak segan-segan membagikan hadiah seperti tiket menonton Mercedes-Benz Superdome yang diadakan per musim. Mercedes-Benz juga menerima ribuan foto mobil para konsumen mereka yang ditampilkan beserta story di baliknya. Yang berhasil tampil di Facebook MB, pasti akan bangga dengan hal itu.

6. Marriot International

Marriots membiarkan kekuatan gambar yang berbicara, sekiranya hal itu yang menjadi pendekatan mereka pada Facebook, Youtube dan Instagram. Marriots mengandalkan kualitas dan keindahan gambar untuk menarik para pelancong datang ke hotel mewah mereka. Perusahaan tidak memancing para konsumen untuk mengunjungi situs mereka dengan jalan promosi langsung,  melainkan menyediakan konten yang menarik dan relevan untuk menarik fans dan follower mereka. Marriot juga menawarkan sebuah game di Facebook, dimana pengunjung dapat mengelola dapur virtual Marriots sebelum pindah ke area yang lain. Bill Marriot, Execuitive Chairman Marriots International, juga telah aktif menggunakan blog prbadinya “On The Move” sejak 2007 yang lalu.

5. Google

Perusahaan raksasa search engine ini semakin mengembangkan social media buatannya. Tahun lalu, Google+ diluncurkan  untuk menyaingi kompetitornya. Dan kini jumlah pengguna telah mencapai 500 juta mengalahkan Twitter. Fitur Google Hangout telah membantu meningkatkan keterlibatan dengan karyawan dan customer. Communities, fitur baru dari Google+ juga mendorong pengguna untuk berdikusi mengenai topik yang digemari. Di luar itu, Google mempunyai 200 twitter akun dengan bahasa yang berbeda-beda.

4. SAS

SAS mempunyai social media internal yang dinamakan The Hub, yang memiliki lebih dari 9500 anggota yang bisa terhubung dengan seluruh karyawan perusahaan. CEO SAS, Jim Goodnight bahkan menggunakan fitur update status The Hub untuk meredam rumor bahwa SAS akan dijual kepada pembeli potensial. Goodnight bukan satu-satunya manajemen yang merangkul melalui social media. Ada 2000 hingga 2500 karyawan di level manajemen yang mengikuti training wajib mengenai social media di tahun 2012, ditambah lagi karyawan baru yang mendapatkan training social media di masa orientasi mereka. Januari yang lalu SAS memulai program monitoring dan respon social media yaitu dengan membentuk tim kecil yang memonitor social media perusahaan mulai dari percakapan, keluhan pelanggan dan pertanyaan-pertanyaan. Hasilnya adalah sebuah pemahaman bagaimana SAS bisa terhubung dan membantu pelanggannya.

3. Intuit

Intuit menggunakan pendekatan yang berbeda dalam mendidik karyawan di tahun 2012, yaitu dengan social gaming atau gamification. Metode ini memberikan karyawan point, badge sebagai imbalan dalam mempelajari tentang Intuit dan para pesaingnya. Channel berita internal Intuit yaitu SNAP menyediakan konten yang berhubungan dengan perusahaan yang bisa dikomentari, dibagi dan di “like” oleh karyawan. Intuit juga memanfaatkan social media untuk menyediakan bantuan kepada para pelanggannya. Intuit juga mengajak karyawannya untuk menyebarkan berita mengenai produk baru dan berita perusahaan di akun social media pribadi mereka.

2. NetApp

Portal internal NetApp menyediakan sarana untuk berbagi artikel, video dan pengumuman untuk 12 ribu lebih karyawannya. Posting blog menjadi sarana bagi karyawan dalam membagi ide dan analisis mengenai industri data. Bulan Maret ini NetApp berencana mengadakan Social Media Week yaitu sebuah kampanye social media yang akan melibatkan pembicara industri, perbincangan mengenai etika social media, dan training social media. Blog eksternal NetApp berguna sebagai sarana edukasi dan layanan pelanggan. Tim komunikasi mencari umpan balik dari pelanggan melalui Facebook dan Twitter serta menghubungkan pelanggan dengan karyawan yang akan menjawab pertanyaan mereka.

1. Novo Nordisk

Novo Nordisk sebuah perusahaan layanan kesehatan yang menjadi perusahaan paperless di tahun 2012, hal ini merubah total majalah internal Novo Link Quarterly yang sudah lama didirikan oleh perusahaan ini.  Majalah yang saat ini menjadi digital menawarkan karyawan kesempatan untuk me-“like” artikel, membaginya ke teman,  memberi komentar serta mendiskusikannya. Portal intranet Novo saat ini juga bisa dipersonalisasi oleh karyawannya sehingga karyawan hanya menerima konten yang sesuai dengan keinginannya. Perusahaan ini memiliki sistem internal seperti NovoTube dan NovoPhoto yang memungkinkan karyawan untuk berbagi konten antar benua. Sebuah blog internal juga digunakan oleh perusahaan sebagai sarana berbagi ide dan pendapat di antara karyawan. Secara eksternal Novo Nordisk banyak memanfaatkan social media untuk melakukan kampanye-kampanye yang berhubungan dengan kesehatan.

zp8497586rq
Tags: ,