9 Ide Memotivasi Karyawan

9 Ide Memotivasi Karyawan

MEMANG tidak semua orang memiliki kemampuan untuk memotivasi karyawan. Namun begitu, skills ini bukannya tidak bisa dipelajari. Teknik memotivasi begitu banyak kombinasinya. Termasuk sekali pun, kalau organisasi sedang mengalami kesulitan likuiditas.

Berikut ini ada tips-tips dalam hal memotivasi karyawan. Paling tidak teknik ini sudah dijalankan oleh Ilya Pozin pendiri Ciplex, perusahaan digital marketing and creative agency yang berkantor di Los Angeles, Amerika Serikat, seperti dituturkannya situs inc.com. Dua tahun lalu, ia menyadari bahwa dirinya tidak memiliki keterampilan dalam hal memotivasi karyawan. Ia pun memutuskan untuk meng-hire seorang CEO, Josh.

Josh memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun, bergerak di bidang dunia usaha, termasuk  juga menjalankan sebuah departemen besar di Comcast. Ilya awalnya sanksi apakah keputusannya ini sudah tepat. Apalagi ketika ia berpikir bahwa kekurangan uang tunai akan membuat sangat sulit untuk meningkatkan moral para karyawannya.

Namun pemikiran ini dipatahkan oleh Josh. Ia menciptakan gairah bekerja keras sebagai tim yang berkomitmen untuk memajukan perusahaan. Dengan kesabaran dan seiring berjalannya waktu, apa yang diharapkan Ilya sedikit demi sedikit mulai menampakkan hasilnya. CEO barunya ini ternyata memiliki skills dan seni menggerakkan orang. Hasilnya gairah para pekerjanya kembali bangkit.

Ilya mengaku terus terang bahwa ia banyak belajar dari CEO-nya ini. Biar tidak penasaran, inilah sembilan hal yang ia pelajari dari CEO-nya tersebut:

1)      Be generous with praise. Siapa sih yang tidak senang dipuji, apalagi ketika karyawan menunjukkan prestasi terbaik. Semua orang ingin menginginkan pujian, dan kabar gembiranya hal ini tidak terlalu mahal untuk dilakukan. Pujilah setiap perbaikan yang Anda lihat dari anggota tim Anda. Setelah Anda memberikan pujian yang membuat mereka nyaman, maka lanjutkan dengan mencoba memberikan pujian kepada mereka di depan orang lain.

2)     Get rid of the managers. Memang sedikit aneh menjalankan proyek tanpa menunjuk manajer. Tapi ini pantas untuk dicoba. Lepaskan embel-embel pemimpin proyek atau supervisor dan berdayakan staf Anda untuk bekerja sama sebagai sebuah tim. Bekerja sama sebagai sebuah tim, pada tingkat yang sama dengan rekan sekerja, seringkali akan menghasilkan proyek yang lebih baik lebih cepat. Orang akan datang di awal, lembur, dan mengabdikan lebih banyak energi mereka untuk memecahkan masalah.

3)     Make your ideas theirs. Orang-orang benci diberitahu apa yang harus dilakukan. Alih-alih memberitahu orang apa yang Anda inginkan, meminta mereka melakukan cara seperti yang kita inginkan justru terlihat mengabaikan kalau karyawan kita juga memiliki ide-ide kreativitas. Ubah pertanyaan dari, “Saya ingin Anda untuk melakukannya dengan cara ini!” berubah menjadi, “Apakah Anda berpikir ini adalah ide yang baik jika kita melakukannya dengan cara seperti ini?”

4)     Never criticize or correct. Cobalah pendekatan langsung untuk mendapatkan respek dari karyawan yang bersalah dan bangkitkan bahwa ia bisa belajar dari kesalahannya dan bertekad untuk memperbaiki. Tanyakan, “Apakah itu cara terbaik untuk menyelesaikan masalah?” Libatkan karyawan ke dalam percakapan yang nyaman untuk mencari solusi, ketimbang mengedepankan telunjuk jari.

5)     Make everyone a leader. Setiap orang pasti punya keunggulan atau kemampuan di bidangnya masing-masing, yang bisa menjadi nilai jual untuk dirinya. Ketika seseorang mulai dari nol, lalu kemudian berhasil hingga menjadi seorang pemimpin maka kisah hidupnya akan menjadi inspirasi atau motivasi bagi orang lain. Coba review kekuatan para top performers di organsiasi Anda dan biarkan yang lainnya tahu. Ini akan menjadi semacam role-model bagi orang lain. Cara ini tentu saja bertujuan untuk motivasi agar karyawan lain bisa tergerak dan menampikan prestasi puncaknya. Buka kran peluang untuk itu.

6)     Take an employee to lunch once a week. Ajak karyawan untuk makan siang sekali seminggu. Berikan mereka kejutan. Jangan membuat pengumuman bahwa Anda sedang membangun sebuah kebijakan baru. Anda bisa berjalan ke salah satu karyawan Anda, dan undang mereka untuk makan siang bersama. Ini cara paling mudah dan akan mereka ingat dalam waktu lama, bahwa Anda memperhatikan dan menghargai pekerjaan mereka.

7)     Give recognition and small rewards.  Kedua teknik ini bisa beragam bentuknya. Berikan pengumuman apa yang telah dicapai oleh karyawan dalam sebuah meeting. Atau, jalankan kontes atau permainan internal dan tempatkan hasilnya di papan tulis sehingga setiap orang bisa melihat. Berikan penghargaan ringan seperti ajakan makan siang bersama, piala, voucher layanan spa, maupun plakat-plakat lainnya. Masih banyak trik-trik ringan yang bisa Anda coba, dan tidak selalu harus mahal.

8)     Throw company parties. Sekali-sekali perlu dilakukan kegiatan perusahaan secara bersama-sama seperti mengatur pesta ulang tahun perusahaan, mengatur acara sepanjang tahun, atau melibatkan ke dalam event-event perusahaan lainnya. Bila diperlukan, adakanlah acara piknik perusahaan atau semacam family gathering. Hal ini bisa mempererat kebersamaan antara pimpinan dan karyawan serta antara sesama karyawan itu sendiri. Organisasikan kegiatan ini dengan mengajak para karyawan dan libatkan mereka ke dalam perannya masing-masing.

9)     Share the rewards—and the pain. Ketika perusahaan Anda berjalan dengan sangat baik, coba rayakanlah. Ini adalah waktu terbaik untuk membiarkan semua orang tahu bahwa Anda bersyukur atas kerja keras mereka. Sebaliknya, jika ada musibah, berita duka atau bentuk kekecewaan lainnya, berbagi jugalah. Karyawan pun berhak untuk tahu. Jika Anda mengharapkan kinerja tinggi, tim Anda layak untuk mengetahui di mana perusahaan sedang berdiri. Bersikaplah jujur ​​dan transparan.

Tentu saja masih banyak kombinasi dan inspirasi dari teknik memotivasi karyawan yang bisa diambil dari lingkungan kerja. Banyak kearifan lokal yang mungkin belum dimunculkan, galilah. Tinggal kemauan untuk mencoba. Silahkan berkreasi di dalam organisasi Anda. (rudi@portalhr.com/@erkoes, avi)

 

Tags: , ,