86% HR di Indonesia Sudah Berperan Strategis

Misi orang HR untuk menjadi mitra strategis bagi bisnis lambat-laun terus terealisasi, dan di Indonesia faktanya cukup menggembirakan. Menurut survei terbaru, 86, 67% pengelola departemen HR mengaku telah memiliki peran dan posisi yang strategis. Itulah salah satu hasil survei tahunan HR Excellence yang dilakukan oleh Majalah Swa, Human Resource Indonesia dan Lembaga Manajemen UI.

Menurut survei tersebut, sejumlah perusahaan telah mampu mengoptimalkan HR-nya termasuk BUMN yang selama ini secara umum dikenal masih “kolot”. Disebutkan misalnya PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III sejak 2003 telah melakukan change management.

Hasilnya, tahun ini PTPN III masuk peringkat kedua dalam daftar Pemenang HR Excellence Award untuk kategori Manajemen Kinerja, di bawah Bank Niaga yang menempati peringkat jawara. Sedangkan dalam kategori Manajemen SDM Umum, TNT Indonesia mendapat penghargaan sebagai yang terbaik. Lebih jauh, survei berhasil mengungkap 8 masalah utama yang dihadapi oleh HR di perusahaan-perusahaan di Indonesia:

1. Mencetak pemimpin bisnis

2. Talent Management

3. Turnover karyawan

4. Sistem remunerasi

5. HR sebagai partner business

6. Pengembangan jalur karier dan organisasi

7. Sistem penilaian kompetensi

8. Sistem TI di bidang HR

Direktur HR Bank Danamon Muliadi Rahardja membenarkan bahwa masalah kepemimpinan merupakan isu HR yang krusial dihadapi obanyak perusahaan. Untuk itulah, Bank Danamon sudah setahun terakhir ini mengembangkan Danamon Leadership Academy untuk melatih karyawan agar mampu menjadi pemimpin yang tangguh. “Kami menerapkan model kepemimpinan 3G, Grow yor self, Grow your people, Grow your business,” papar Muladi seperti dikutip Swa dalam laporan edisi terbarunya yang terbit akhir pekan lalu.

Menurut Direktur HR TNT Indonesia Irvandi Ferizal, pengembangan kepemimpin di Indonesia memang tidak secepat pertumbuhan bisnis itu sendiri. Akhrinya terjadi bajak-membajak, namun dalam hemat Irvandi, itu bukan solusi yang bagus. Ia lebih memilih pengembangan dari dalam lewat sistem kaderisasi.

Tags: