80% Karyawan Tidak Puas dengan Pekerjaan Mereka

Delapan puluh persen karyawan ternyata tidak puas dengan pekerjaan mereka saat ini. Jajak pendapat yang diadakan oleh JAC Indonesia secara online melalui swa.co.id menghasilkan temuan yang cukup mengagetkan tersebut.

JAC Indonesia mengadakan polling mengenai kepuasan terhadap pekerjaan, dengan pertanyaan: Sudah puaskah Anda dengan pekerjaan Anda saat ini? Dan, menyediakan tiga pilihan jawaban: sangat puas, kurang puas, tidak puas. Hasilnya, 80% dari 982 responden menyatakan tidak puas.

Kendati cukup mengagetkan, namun gejala semacam itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. E-Media Officer PT JAC Indonesia Unik Sultan membandingkannya dengan penelitian lain yang pernah dilakukan di Amerika. Hasil penelitian itu menyatakan bahwa sebagian dari penduduk Amerika dari berbagai usia, level dan posisi jabatan serta gaji, menyatakan tidak puas terhadap pekerjaan mereka.

Lalu, Unik mencoba menganalisis hasil penelitian yang diadakan oleh lembaganya itu. “Kalau ketidakpuasan didefinisikan sebagai suatu kondisi atau perasaan tidak senang dan berharap sesuatu yang lebih baik dari apa yang ada saat ini, maka ketidakpuasan pada pekerjaan dapat mengenai beberapa hal seperti gaji, status kerja, peningkatan karir, kenyamanan tempat, termasuk hubungan karyawan secara keseluruhan dalam perusahaan.”

“Setiap orang mempunyai alasan berbeda mengapa mereka merasa tidak puas dengan pekerjaan mereka. Bisa saja disebabkan oleh salah satu dari hal-hal tadi, atau pun kombinasi dari berbagai alasan yang dapat membuat seseorang tidak nyaman dan senang dengan pekerjaan saat ini,” tambah dia.

Menurut Unik, ketidakpuasan pada pekerjaan bisa terjadi di mana pun, kapan pun dan kepada siapa pun. Akibat pun tidak terbatas pada lingkungan kerja, namun berdampak pula pada kehidupan lainnya seperti keluarga. ”Life affects work, work affects life. Banyak orang yang merasa stres karena permasalahan di tempat kerja, juga menjadi bermasalah di lingkungan lainnya seperti keluarga,” kata Unik seraya menyebut contoh, cenderung bertemperamen tinggi, mudah sekali marah dan kurang bisa berkompromi mudah terjadi pada seseorang yang tidak puas dengan pekerjaannya.

Penelitian Psikologi

Penelitian psikologi lain juga menunjukkan bahwa ketidakpuasan pada pekerjaan akan berakibat baik langsung maupun tidak langsung pada kehidupan keluarga atau di lingkungan lainnya. ”Maka bagi mereka yang terus menerus memperbaiki kualitas pekerjaannya akan mengalami kemajuan yang positif dalam kehidupan pribadi atau keluarganya,” simpul Unik.

Lebih jauh Unik meningatkan, dengan semakin majunya teknologi, bervariasinya model jam kerja, bisnis online, internet dan virtual office, karyawan seolah-olah berada dalam sebuah labirin kehidupan yang kompleks dan berlapis-lapis. Hal itu menjadikan teori atau solusi yang dulunya biasa ada, dinilai tidak lagi relevan.

”Ketika solusi yang biasa tak lagi mampu menjawab permasalahan maka hindari pemaksaan dengan harus mengikutinya. Carilah ide ide baru, bertanya kepada rekan anda, jika perlu datanglah kepada selorang konsultan psikolog atau yang lebih relevan terhadap permasalahan Anda,” saran Unik.

Tags: