7.000 Karyawan Terancam Kehilangan Pekerjaan Akibat Gempa di Padang

Gempa bumi yang melanda Sumatera Barat mengakibatkan sekitar 7.000 orang pekerja terancam kehilangan pekerjaan mereka. Di samping itu, sedikitnya 46 perusahaan tidak dapat beroperasi, 27 perusahaan rusak berat, 62 rusak sedang dan 113 perusahaan rusak ringan.

Demikian disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno dalam siaran pers yang dirilis di Jakarta, Senin (12/10/2009). “Akibat gempa bumi memang banyak perusahaan yang tidak bisa melanjutkan bisnisnya,” kata dia.

Secara khusus Erman menaruh perhatian pada masalah kemungkinan PHK. Menurut dia, PHK bukanlah solusi terbaik. “Dengan difasilitasi oleh pemerintah, pihak pengusaha dan pekerja harus duduk bersama agar tidak terjadi PHK massal,” tandas dia.

Selain berupaya menghindarkan PHK, Menakertrans mengaku telah mempersiapkan beberapa program bantuan untuk menyerap tenaga kerja. “Untuk jangka pendek, upaya menanggulangi pengangguran yang sudah disiapkan antara lain alih profesi padat karya. Selain itu ada juga subsidi program bantuan pelatihan untuk membuka lapangan pekerjaan,” papar dia.

Bantuan Relawan

Untuik proses pemulihan pasca bencana gempa, Menakertans mengirimkan Tim Relawan Depnakertrans serta menyerahkan paket bantuan yang terdiri dari uang sejumlah Rp 228.777.000 dari sumbangan sukarela pegawai Depnakertrans, genset 5 buah, beras 10 ton serta obat-obatan senilai 100 juta rupiah, dan subsidi program pelatihan
Dijelaskan, para relawan yang dikirimkan mempunyai keahlian khusus dalam bidang kejuruan bangunan dan listrik.

Pengirirman para instruktur bertujuan untuk memberikan pelatihan dan asistensi secara langsung kepada masyarakat yang akan membangun kembali rumah mereka. “Dalam suasana bencana seperti ini, susah mencari tukang. Jadi program pelatihan kerja ini diadakan untuk mendidik masyarakat, agar mereka bisa membangun rumahnya sendiri. Nantinya, ada sekitar 5.000 orang yang akan dilatih sebagai tukang bangunan, tukang batu, tukang kayu dan teknisi instalasi listrik,” kata Menakertrans.