58% Training Menggunakan Tools Online

jeremy blain

Popularitas Online Learning semakin meningkat, riset yang dilakukan Cegos Asia Pacific baru-baru ini menemukan bahwa online learning digunakan oleh 58% pembelajar di Asia Pasifik. Angka ini lebih tinggi dibanding penggunaan di Eropa, yang hanya 43% di tahun 2012 dan 45% pada tahun 2011.

Walaupun demikian, classroom atau face to face learning masih menjadi metode delivery pelatihan lebih populer dibanding penggunaan tools online seperti computer based learning, CD-ROM, e-learning, virtual classroom. Metode classroom atau face to face learning digunakan oleh 80% pembelajar di seluruh Asia Pasifik.

“Penggunaan online tools seringkali dipadukan dengan face to face, yang disebut blended learning. Karena online tools belum bisa menggantikan kekuatan face to face,” ujar Jeremy Blain, Managing Director Cegos Asia Pacific kepada PortalHR.

Penggunaan teknologi dalam proses belajar di Asia Pasifik menunjukkan peningkatan yang tajam, hal ini juga didukung oleh tingginya aktivitas social media. Asia Pasifik tercatat sebagai wilayah yang tertinggi dalam penggunaan smart phones, tablet, dan mini tablet di seluruh dunia.

Penggunaan teknologi dalam proses belajar ini meliputi e-learning, mobile learning, situs web yang didedikasikan khusus untuk pendidikan, serta termasuk sumber-sumber terbuka (open source) dan pembelajaran informal seperti melalui social media.

Negara-negara yang dengan cepat mengadopsi e-learning dan mobile learning adalah Australia, Jepang, Korea, Indonesia, Malaysia, dan India. Mengejutkan bahwa China dan Singapura sangat terbatas dalam implementasi e-learning dan mobile learning.

“Perkembangan ini didorong oleh masuknya generasi baru di dunia kerja. Generasi ini lebih social, mobile, dan lapar akan pengembangan diri,” tambah Jeremy. Bila tidak menyesuaikan diri dengan perkembangan ini, maka perusahaan bisa jadi tertinggal oleh karyawannya dalam proses belajar. (*/@mei168)

Tags: , , , ,