400 Karyawan Yahoo Bakal Direkrut Microsoft

Bila pemerintah Amerika Serikat menyetujui perjanjian kerja sama antara Yahoo dan Microsoft dalam bidang pencarian di internet, Microsoft akan merekrut setidaknya 400 karyawan Yahoo.

Raksasa media online Yahoo yang bermarkas di Sunnyvale, California seperti dikutip AP membenarkan, sebagian dari karyawannya memang akan ditawari untuk bekerja di perusahaan mitranya yang berada di Redmond Washington tersebut.

Namun, Yahoo tidak memberikan angka spesifik, berapa karyawannya yang akan ditransfer ke Microsoft. Saat ini, Yahoo mempekerjakan sekitar 93 ribu karyawan. Bila kerja sama itu disetujui, transfer karyawan itu akan mulai dilakukan awal tahun depan.

Para karyawan yang ditransfer akan mengerjakan proyek kerja sama di bidang mesin pencari serta iklan pencarian. Dengan adanya transfer karyawan tersebut, Yahoo bisa menghemat sekitar 3 persen dari biaya penggajian karyawan.

Selain itu, Yahoo akan menerima 150 juta dolar AS (sekitar Rp 1,5 triliun) untuk mengantisipasi biaya-biaya yang tidak diperkirakan selama transisi berlangsung. Dengan rincian, 50 juta dolar AS (sekitar Rp 500 miliar) akan dibayarkan oleh Microsoft setiap tahun, selama tiga tahun pertama dari masa kontrak yang lamanya 10 tahun
Kendati Microsoft dan Yahoo telah mengungkapkan rencana kerja samanya, saham Yahoo terus merosot.

Sejak pengumuman kerjasama, saham Yahoo telah menurun hingga 15 persen.
Diperkirakan, hal itu disebabkan oleh sedikitnya pembayaran di muka oleh Microsoft, atas kerja sama tersebut. Awalnya, para analis memperkirakan pembayaran Microsoft adalah sebesar 1 – 2 miliar dolar AS (sekitar Rp 10-20 triliun).

Dalam perjanjian tersebut, Yahoo harus menyerahkan kontrol atas mesin pencarinya kepada Microsoft dan akan mendapatkan 88 persen keuntungan dari seluruh penjualan iklan pencarian di situsnya selama lima tahun pertama masa kontrak. Selain itu, Yahoo juga memiliki hak untuk menjual iklan di beberapa situs Microsoft.

Alasan utama Yahoo menyetujui kerja sama itu, karena membutuhkan dana. Namun, Yahoo juga bisa mengadopsi layanan peta online milik Micorosoft untuk menggantikan peta online milik Yahoo. Mesin pencari Yahoo merupakan yang kedua terbesar setelah Google. Hal ini dimanfaatkan oleh Microsoft untuk mengejar ketertinggalannya.

Tags: