3 Hal agar Perusahaan Sukses Berinovasi

PPM manajemen

PERUSAHAAN yang ingin terus tumbuh dan bertahan, tentunya membutuhkan sebuah sistem yang diyakini mampu mengelola human capital yang ada dalam organisasi mereka. Semakin baik organisasi mengelola SDM-nya, maka kesuksesan adalah sebuah keniscayaan. Sehingga tidak berlebihan jika proses ini merupakan awal dari terciptanya organisasi yang sarat akan inovasi.

Inovasi di perusahaan ini, menjadi topik hangat dalam diskusi “Human Capital Forum yang berlangsung di Gedung PPM Manajemen Jakarta (27/9/2012), mengangkat tema “Human Capital Management: Driver for Innovative Organization. Acara yang dihadiri oleh para praktisi HR ini menampilkan dua pembicara dari PPM Manajemen, yakni Astuti Widyaningsih, MIM., dan Octa Melia Jalal, SH., MBA., MA.

Sebagai pembicara pertama, Astuti lebih banyak menyoroti aspek inovasi yang merupakan tiket bagi organisasi untuk terus tumbuh dan meningkatkan semangat kompetitif mereka. Ia pun lantas memberikan contoh sukses dalam implementasi inovasi di dunia bisnis, seperti yang telah ditorehkan oleh Facebook, Google, Skype dan perusahaan-perusahaan fenomenal lainnya. Tak lupa ia juga memberikan kisah mengenaskan dari perusahaan-perusahaan yang pernah berjaya, namun tak kuasa menghadapi serbuan inovasi, dan akhirnya bangkrut. “Inilah alasan kenapa perusahaan harus senantiasa berinovasi,” ujarnya.

Sementara itu Octa Melia Jalal, yang juga adalah Ketua PPM Center for Human Capital Development, lebih jauh mengutarakan bahwa setidaknya ada tiga aspek pendukung jika perusahaan ingin sukses berionovasi. “Pertama, learning agility, di mana semua orang di dalam organisasi memiliki kemauan yang kuat untuk belajar dari peristiwa yang terjadi sehari-hari, baik cerita sukses maupun cerita gagal. Kemudian kalau belajar tidak sendiri-sendiri, tapi bersama-sama saling menularkan ilmu dan ada passion dari para atasan untuk membuat pintar bawahannya,” jelas Mia, sapaan akrabnya.

Faktor kedua, sambung Mia, adalah talent optimalization. “Yaitu bagaimana perusahaan mendorong kepada para talent terbaiknya di dalam organisasi untuk memberikan kontribusi yang lebih besar lagi. Dan faktor ketiga adalah innovation capabilities, di mana perusahaan sebaiknya menciptakan iklim kondusif yang bisa menumbuhkan inovasi,” katanya.

Mia juga melansir hampir di banyak penelitian disepakati bahwa inovasi di dalam perusahaan akan muncul jika didukung oleh dua hal yang saling terkait. Yakni bagaimana leadership behaviour, atau support penuh dari para pemimpinnya yang kemudian diimbangi oleh employee commitment. “Setelah semuanya mendukung, jangan lupa program retain dan engagement juga harus jelas. Berikanlah apresiasi kepada karyawan yang memberikan kontribusi terhadap inovasi. Programnya bisa dibuat sebagai new renumeration system dengan prinsip 3P, position, personal competency, dan performance, serta mempertimbangkan performance-based culture-nya,” tukas Mia. (*)

Tags: ,