3 Sektor Bergaji “Hot” di Masa Krisis

Krisis tak menghalangi banyak perusahaan menaikkan gaji dan benefit karyawan dari level staf hingga CEO. BTI Consultant bekerja sama dengan Majalah Swa menggelar Survei Gaji 2009 dan dari sejumlah sektor yang disurvei, ditemukan tiga sektor yang masih hot dalam sisi penggajian. Apa saja?
Menurut hasil survei yang dipublikasikan Swa edisi 28 Mei – 10 Juni 2009, tiga sektor yang masih mampu memberikan kenaikan gaji lebih tinggi dibanding sektor lainnya adalah asuransi (9% – 13%), minyak dan gas (8% – 12%) dan fast moving consumer goods – FMCG (3% – 11%).
VP Human Resources & Business Procurement Service PT Prudential Life Assurance Mariawati Santoso membenarkan adanya kenaikan gaji karyawan yang tinggi di perusahaannya di kala krisis ini. Namun, dia merahasiakan berapa persen nominal kenaikan gaji di perusahaan asuransi jiwa asal Inggris itu.
Lebih jauh Mariawati mengungkapkan, dalam kebijakan remunerasinya, Prudential memberlakukan secara net alias tidak ada potongan pajak. Ditegaskan, krisis global tidak mempengaruhi sistem penggajian dan perekrutan di perusahaannya.
Selain asuransi, sektor FMCG pun kebal terhadap efek krisis dari sisi penggajian. “Apa yang selama ini berjalan, tidak ada perubahan dibanding sebelum krisis,” ujar Corporate HR Division Head PT Mayora Indah Tbk Heri Soesanto. Bahkan, tambah dia, karyawan lapisan bawah berada pada kategori normatif plus. Artinya, gaji mereka di atas ketentuan pemerintah.
Memang, tidak semua sektor kondisinya seperti itu. Country GM BTI Consultant/Kelly Services Bernadette Themas memaklumi mengapa ada perusahaan yang mampu menaikkan gaji di tengah krisis, dan ada yang tidak. “Salary increment tidak hanya mengacu pada inflasi dan gross domestic product, tapi juga kemampuan perusahaan,” kata dia.
Menyusul ketiga sektor yang paling hot tadi, sektor farmasi, logistik dan perkebunan masing-masing menaikkan gajinya 7% – 10%. Kemudian, sektor perbankan (6% – 10%), teknologi informasi ((6,5% – 9%) dan telekomunikasi (0 – 9%). Yang terakhir disebut ini cukup menggagetkan, karena ada perusahaan dengan kenaikan gaji 0% alias tidak ada kenaikan gaji.
Padahal, sektor telekomunikasi beberapa tahun belakangan ini terbilang boom. Apa yang terjadi? “Mereka benar-benar konservatif dalam menaikkan salary. Kalau dilihat beberapa tahun lalu, mereka cukup jor-joran dalam menaikkan gaji supaya tidak kehilangan talent. Tapi, sekarang mereka lebih smart dengan memberikan retention bonus dan variable bonus,” papar Bernadette.

Tags: