28 Persen Perusahaan Pecat Karyawan Karena Facebook

Kembali, hasil sebuah survei mengingatkan karyawan untuk senantiasa berhati-hati dengan Facebook. Sebanyak 28 persen perusahaan memecat karyawan karena konten yang ditemukan di profil jejaring sosial mereka.

Survei baru itu juga menemukan bahwa lebih dari separo (53 persen) perusahaan mencari calon karyawan potensial lewat jejaring sosial seperti Facebook. Kali ini, survei dilakukan oleh website pencarian kerja CareerBuilder di Inggris.

Dari survei tersebut memang terungkap bahwa masih ada perusahan yang belum “menyentuh” situs-seitus jejaring sosial di internet untuk memantau karyawan. Namun, ditemukan 12 persen perusahaan mengaku berencana untuk mulai menggunakan Facebook dan sejenisnya untuk memeriksa potensi karyawan.

Lebih rinci, hasil survei mengungkapkan bahwa perusahaan yang melakukan penelitian kandidat lewat internet, 43 persen di antara mereka mengatakan bergantung pada mesin pencari seperti Google. Selebihnya, 12 persen mengaku mengecek Facebook, dan 12 persen lagi lebih menyukai LinkedIn.

Positif

Selain berpotensi negatif bagi karyawan, sampai berujung pemecatan, Fecabook juga bisa dimanfaatkan secara positif. CareerBuilder mencatat, dua dari lima perusahaan mengatakan telah menemukan konten di jaringan sosial yang membuat mereka terbujuk untuk mempekerjakan seorang kandidat.

Namun, disadari juga bahwa hal itu perlu dibarengi dengan kehati-hatian dari pihak perusahaan. Lebih dari sepertiga profil jejaring sosial membuktikan bahwa kandidat berbohong tentang kualifikasi di CV mereka. Sementara, 13 persen perusahaan yang disurvei menyatakan, karyawan yang potensial telah membuat komentar diskriminatif di halaman Facebook mereka.

Ada juga perusahaan (9 persen) yang menilai bahwa foto-foto kandidat di Facebook bersifat provokatif atau tidak patut di-posting. “Social networking merupakan cara yang hebat untuk membuat koneksi dengan kesempatan kerja potensial pada 2010 dan mempromosikan personal brand Anda di internet,” demikian Presiden CareerBuilder Farhan Yasin menyimpulkan.

“Pastikan Anda menggunakan sumberdaya ini untuk keuntungan Anda dengan menyampaikan informasi yang profesional dan menggarisbawahi kualifikasi Anda,” saran dia. Kepada mereka yang telah mendapatkan posisi tertentu di perusahaan, Yasin menyarankan agar berhati-hati karena separo dari pemecatan dilakukan karena karyawan telah menulis komentar negatif tentang perusahaan atau karyawan lain pada halamansitus jaringan sosial mereka.