25% Perusahaan Mengecek Facebook Calon Karyawan

Seperempat dari kalangan pemimpin perusahaan di seluruh dunia saat ini memantau situs-situs jaringan sosial di internet seperti Facebook dan MySpace untuk mencari informasi mengenai kandidat-kandidat karyawan mereka.

Studi yang dilakukan oleh lembaga konsultan talent management DDI menemukan bahwa 25 persen dari 1.910 pelamar kerja yang telah diwawancara di berbagai negara, dan 12 persen pimpinan perusahaan di Inggris melakukan pengecekan terhadap profil atau pun foto kandidat di situs jaringan sosial, sebelum memutuskan apakah akan mewawancarai mereka.

Kemudian, lebih dari separo (52 persen) dari mereka yang melihat profil calon karyawan tersebut di situs jejaring sosial menyatakan bahwa mereka menggunakan informasi yang didapat untuk mengambil keputusan akhir dalam proses rekrutmen.

Sebelumnya telah ada laporan mengenai hasil sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa para pemimpin perusahaan sebaiknya mendorong karyawan mereka untuk memanfaatkan Facebook atau Twitter guna membantu memperluas jaringan.

DDI juga menemukan bahwa hampir sepertiga (atau 32 persen) dari 3.523 pencari kerja yang disurvei di seluruh dunia, dan hanya seperempatr (25 persen) dari pengirim lamaran di Inggris percaya bahwa apa yang mereka informasikan di situs jaringan sosial bisa mempengaruhi kesempatan mereka untuk mendapatkan suatu pekerjaan.

VP DDI untuk wilayah Eropa Steve Newhall mengatakan, “Para pewawancara mestinya menyadari bahwa apa yang tertulis di Facebook hanyalah sesuatu yang bersifat untuk kesenangan, dan tidak perlu dianggap merefleksikan individu yang bersangkutan untuk dikaitkan dengan kemampuan kerja mereka.”

Menurut Newhall, sulit untuk mengaitkan informasi yang didapat dari Facebook seseorang dengan urusan kinerja. Disarankan agar perusahaan lebih memilih untuk melaksanakan proses seleksi yang lebih terencana untuk mendapatkan informasi yang relevan mengenai kemampuan kandidat.

Studi bertajuk Global Interviewing Practices and Perceptions 2009 tersebut secara umum juga menemukan bahwa perusahaan di Jerman dua kali lebih banyak dalam mempraktikkan pemantauan online berkaitan dengan proses pengambilan keputusan dalam hiring dan rekrutmen. Praktik pemantauan situs-situs jejaring sosial kebanyakan dilakukan oleh para manajer dari generasi yang lebih muda.

Tags: , ,