2016, Pemandu Sorak di AS Akan Diakui Sebagai Pekerja Kantoran

Screenshot_2

Kebanyakan dari Anda pasti suka menonton pertandingan olahraga. Tidak jarang beberapa pertandingan olahraga seperti basket, football, bahkan rugby memiliki tim pemandu sorak yang membuat jalannya pertandingan lebih semarak.

Screenshot_2

(Sumber image: pixabay.com)

Ternyata menjadi pemandu sorak bagi tim olahraga professional di Amerika sudah dikategorikan sebagai pekerja. Isu ini diangkat Reuters yang menyatakan bahwa tim pemandu sorak akan diperlakukan selayaknya seorang pekerja.

Artinya, para pemandu sorak ini harus mendapatkan gaji setiap bulannya, mendapatkan bayaran atas pekerjaan overtime mereka, waktu cuti dan tunjangan lainnya selayaknya pekerja kantoran. Aturan ini akan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2016.

Saat ini para pemandu sorak tim olahraga professional tidak dilindungi oleh undang-undang tenaga kerja, karena mereka masih dikategorikan sebagai independent contractors. Dengan kebijakan yang baru ditetapkan, tim olahraga professional di California harus mengkategorisasikan para pemandu soraknya sebagai pekerja.

Para pemandu sorak akan dibayar sesuai dengan UMR yang berlaku dan mendapatkan kompensasi atas latihan dan penampilan mereka. Perlu diingat bahwa hal ini hanya berlaku pada tim pemandu sorak yang resmi menjadi bagian dari suatu tim olahraga professional.

Kebijakan ini diberlakukan sejak mencuatnya kasus tim pemandung sorak Oakland Raiders’ yang mengajukan gugatan pada pemerintah setempat tahun lalu. Berdasarkan artikel yang dipublikasikan oleh CNN, para pemandu sorak ini mengeluhkan bayaran mereka yang terlalu kecil, hanya kurang dari 5 US$ per jamnya, setelah tampil dalam suatu pertandingan, latihan bahkan tampil di muka publik. Padahal UMR di California adalah sebesar 9 US$ per jamnya dan akan meningkat hingga 10 US$ per jamnya pada tahun 2016. (*)