2013, Saat Terbaik Menggapai Karir

tabel ILO

2013 akan menjadi tahun terbaik sejak 2007 untuk menggapai karir profesional. Menurut perkiraan World Bank, tingkat pengangguran pada tahun depan akan berkisar pada 8% dengan tingkat peningkatan gaji sebesar 3%.

Hal ini disampaikan Malla Latif, CEO PortalHR.com dalam sebuah sesi tertutup sebuah perusahaan multinasional di Jakarta pagi ini (21/12). “Kepada team HR, siap-siap untuk merekrut,” ujar Malla kepada sekitar 100 hadirin yang sebagian terdiri dari expatriat.

Malla yang membawakan tema tren dan outlook HR di Indonesia tahun 2013 itu menambahkan, untuk Indonesia sendiri, prospek untuk tahun depan sangat menjanjikan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2013 diperkirakan akan mencapai 6,3%, lebih tinggi dari tahun ini yang mencapai 6,1%.

Inflasi juga akan meningkat, diperkirakan mencapai 4,9% (dibandingkan tahun 2012 4,3%). Angka pengangguran Indonesia saat ini 6,32 persen atau sekitar 7,2 juta penduduk. Pemerintah berusaha menciptakan banyak lapangan pekerjaan sehingga diharapkan pada tahun 2014 angka itu bisa ditekan menjadi 5%.

Pada tahun 2013 dunia bisnis juga menghadapi tantangan kenaikan upah minimum yang mencapai 44%. Hal ini dapat menimbulkan risiko banyak yang akan kehilangan pekerjaan.

Pada kesempatan itu Malla juga menyebut tentang peraturan baru dari Kemenakertrans tentang alih daya atau outsourcing, sebagai salah satu dari beberapa tantangan yang akan dihadapi dunia bisnis pada umumnya dan HR secara khusus.

Yang mengejutkan sekaligus memprihatikankan adalah meningkatnya angka pengangguran di kalangan anak muda. Meskipun secara keseluruhan angka pengangguran menurun, namun secara mengejutkan tingkat pengangguran pada pemuda justru meningkat.

“Outsourcing justru dapat membantu mengatasi masalah ini. Walaupun tidak sebagai career path, setidaknya outsourcing bisa mempersiapkan kawula muda menghadapi dunia kerja,” ujar Malla Latif memberikan komentar pribadinya.

Talent masih menjadi isu utama HR

Mengenai tren HR sendiri, menurut Malla, selama beberapa tahun ke depan, HR akan tetap menghadapi isu yang sama seperti beberapa tahun ke belakang, yaitu berhubungan dengan talent. Tiga tantangan utama yaitu: retaining & rewarding, developing next leader, dan attracting new talent.

Yang membedakan adalah terjadinya pergeseran generasi, dengan akan pensiunnya generasi Baby Boomers tidak lama lagi dan akan semakin mendominasinya generasi Y. “Belum pernah terjadi sebelumnya, dalam satu masa kerja, ada 3-4 generasi yang berbeda dalam satu tempat kerja,” tambah Malla.

Malla juga memaparkan tentang tren dunia digital dan social media secara khusus, yang menandai salah satu karakteristik dan style generasi Y. Mereka adalah generasi yang besar bersama teknologi dan sangat dekat dengan teknologi. Untuk meretain dan engage dengan mereka, team HR juga harus bergaul dengan social media.

“Kalau dulu kami mengkampanyekan bahwa HR harus mengerti bisnis, sekarang kami mengkampanyekan HR harus paham social media,” pungkas Malla. (*/@mei168)

Tags: , ,