2012, Facebook Siap Rekrut Ribuan Karyawan

Sheryl Sandberg, COO Facebook (belakang) bersama Mike Bloomberg Walikota New York di sebuah acara pengumuman perluasan Facebook di kantor lokal. (Photo: Spencer Platt/GettyImages)

Sheryl Sandberg, COO Facebook (belakang) bersama Mike Bloomberg Walikota New York di sebuah acara pengumuman perluasan Facebook di kantor lokal. (Photo: Spencer Platt/GettyImages)

TIDAK salah memang jika survei Glassdoor belum lama ini menobatkan Facebook, raksasa jejaring sosial, sebagai perusahaan yang paling diidamkan oleh karyawan sebagai the best places to work, bahkan menyalip Google. Facebook menempati urutan ketiga sebagai Top 50 Best Places To Work di bawah Bain & Company, McKinsey & Company, dan di atas MITRE dan Google.

Facebook yang kini tengah mempersiapkan diri untuk go public, belum lama ini seperti dikutip Reuters, mengatakan rencana aksi korporasi untuk melakukan rekrutmen karyawan secara besar-besaran di tahun 2012.  “Kami berkembang sangat cepat dan bahkan telah melampaui perekonomian,” kata Sheryl Sandberg, Chief Operating Officer Facebook pada konferensi pers. Sandberg bahkan menegaskan, rekrutmen yang akan dilakukannya ini jumlahnya mencapai ribuan.

Facebook tidak terbuka merilis laba yang diperolehnya, tetapi sebuah sumber kepada Reuters menyebutkan pada bulan September 2011, Facebook membukukan hampir $ 500 juta pendapatan bersih pada semester pertama tahun ini sebagai pendapatan dua kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi $ 1,6 miliar.

Sandberg belum lama mengunjungi New York City dan mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai mempekerjakan insinyur di kota tersebut, di mana Facebook memiliki kantor kecil di Madison Avenue dengan sekitar 100 karyawan. Sebagian besar karyawan Facebook yang berjumlah 3.000, saat ini menempati kantor pusatnya di Palo Alto, California, dan kampus satelit di Seattle.

Facebook akan memulai menjual saham perdananya pada medio April-Juni 2012 melalui initial public offering (IPO).  Dari IPO ini, Facebook bisa memperoleh dana segar lebih dari 100 miliar US$. (*)

 

Tags: