2 Pilar Unilever Mendapatkan Best Talent

DALAM memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dan pemimpin di masa depan, PT Unilever Indonesia Tbk (Unilever) rajin menggandeng kampus-kampus. Beberapa kampus yang sudah dilirik Unilever di antara Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Prasetya Mulya, Universitas Padjadjaran, Universitas Parahyangan serta beberapa kampus lainnya di Indonesia.

Bicara mengenai fokus Unilever dalam mengelola SDM terbaiknya, ternyata dibangun berdasarkan dua pilar. Hal ini diungkapkan oleh Enny Sampurno, HR Director PT Unilever Indonesia Tbk, di sela-sela pemusatan latihan program ULAS (Unilever Leadership Actions on Sustainability) di Unilever Training Center, di Kawasan Mega Mendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, akhir pekan silam.

Enny menjelaskan dua pilar tersebut, yakni bagaimana mendapatkan great people dan menempatkannya di great place. “Great people sendiri diawali dengan cara rekrutmennya seperti apa, talent development-nya seperti apa, sedangkan great place kita menciptakan tempat kerja yang nyaman dan higienis bagi karyawan,” ujarnya.

Dari sisi rekrutmen, imbuh Enny, Unilever kini rajin menggandeng kampus-kampus yang notabene adalah gudangnya talent di masa depan. “Selain campus attraction, kita juga memberikan kuliah umum di kampus-kampus, dengan tujuan untuk menjembatani dunia kerja dengan dunia mahasiswa. Dunia mahasiswa seperti kita tahu masih diwarnai dengan teori-teori. Nah, kita hadirkan pembicara yang bisa membagikan ilmunya kalau bekerja di kantor itu seperti apa,” paparnya.

Enny juga menjelaskan, pada saat ada program-program di kampus, sebisa mungkin dikaitkan dengan value perusahaan. Enny lantas berujar, “Contohnya sustainability plan itu khan termasuk program besar di Unilever, di mana kita ingin melipatgandakan bisnis dengan cara meminimalkan dampak buruk terhadap lingkungan. Nah, semangat inilah yang ingin kita tularkan kepada generasi muda di kampus ini, dan kita anggap ini sebagai investasi jangka panjang. Dari program ini kita berharap bisa membentuk sustainability thinking, karena kita ingin merekrut calon leader yang tidak hanya pintar saja, tetapi juga punya kepedulian tinggi terhadap keberlangsungan lingkungan di sekitarnya.”

Selain kuliah umum, program lain yang dibuka oleh Unilever adalah program internship atau magang. “Setiap tahun kita punya 2 batch internship. Untuk tahun ini, program pertama sudah dibuka Januari-Februari lalu, dan sekarang dibuka lagi bertepatan dengan masa liburan. Tujuan internship ini adalah supaya mahasiswa dan perusahaan saling mengenal dulu. Program ini sangat bagus karena mereka bisa belajar berinteraksi di dunia kerja itu seperti apa kesehariannya, buat kami sendiri juga bisa untuk mengukur potensi calon kandidat ini sesuai nggak dengan yang kita butuhkan. Jadi semacam pacaran, kalau dua-duanya cocok, mari kita jodohan,” imbuh Enny.

Program internship Unilever, lanjut Enny, dibuat sedemikian rupa dan terintegrasi dengan sistem HR. Enny menyebutkan bahwa, tidak semua yang ingin mengikuti internship bisa terima, karena proses rekrutmen internship itu sendiri sama persis dengan pola rekrutment untuk management trainee (MT). “Tahun ini saja, kita sudah mendapatkan 500 aplikasi, padahal kita hanya akan ambil 38 orang. Karena kita menyeleksi calon itu harus dilihat dulu programnya seperti apa, terus nanti mentornya siapa. Hal ini penting karena kalau mahasiswa ini bagus prestasinya, akan kita tawarkan untuk ikut seleksi MT, bahkan kalau bagus banget bisa langsung kita tawarkan ia sebagai employee,” tambahnya.

Selain internship, Enny juga menjelaskan program MT di Unilever. Program MT Unilever dibuka setahun sekali. Untuk anak-anak yang baru lulus ini sengaja dibuatkan program orientasi dengan cara dirotasi, karena biasanya fresh graduate itu tidak siap jika harus langsung bekerja. Program orientasi ini berjalan selama 3 tahun, dengan tujuan selepas program orientasi, MT sudah tahu persis apa yang harus dikerjakan.

Dua tahun pertama, imbuh Enny, MT akan dirotasi ke beberapa tempat, tidak hanya di dalam negeri tapi juga kita kirim ke luar negeri seperti Singapura atau Thailand. “Biar mereka ini tahu bagaimana international culture-nya Unilever, karena beda sekali bekerja di Indonesia dengan bekerja di Singapura. Barulah setahun terakhir ia ditempatkan di suatu divisi, di mana mereka ini biasanya sudah siap diterjunkan ke dunia kerja, karena knowledge MT terhadap perusahaan ini sudah bulat,” paparnya sambil menambahkan untuk tahun ini Unilever akan mengambil 28 orang MT. (*)

Tags: , ,