10 Menit “E-break” Tingkatkan Produktivitas

Apa atau siapa musuh bersama di tempat kerja hari ini? Bukan kemalasan karyawan atau tingginya turn over, melainkan situs-situs jaringan sosial di internet. Kini, banyak perusahaan memusuhi, dan membuat kebijakan untuk membatasi atau bahkan menutup sama sekali akses karyawan terhadap Facebook, YouTube dan sejenisnya. Namun, efektifkah langkah tersebut? Benarkah pembatasan atau pemblokiran akses internet bisa “mengembalikan” produktivitas karyawan jika asumsinya situs-situs jaringan sosial tersebut menurunkan produktivitas?

Sebuah penelitian baru menunjukkan fakta yang sebaliknya, dan barangkali cukup mengejutkan. Menurut The PopCap Break Report, membatasi atau memblokir penggunaan internet untuk keperluan pribadi sesungguhnya justru meminta biaya yang besar dari perusahaan karena akan kehilangan produktivitas. Dikatakan, bekerja sambil “main internet” bisa mengurangi stres. PopCap menyebutnya E-break, dan itu artinya, waktu yang diberikan oleh perusahaan bagi karyawannya untuk, misalnya, upload foto liburan terbaru di Multiply atau mengecek Facebook. Tidak perlu banyak-banyak, cukup 10 menit pada sore hari.

E-break sangat berarti untuk menyegarkan pikiran karyawan, dan temuan ini muncul dari percobaan-percobaan psikometrik yang dilakukan di Inggris di bawah supervisi psikolog dari Goldsmiths University Dr Chamorro-Premuzic. Dari percobaan itu ditemukan adanya efek yang berbeda pada kinerja karyawan yang perusahaannya memberikan online-break. Yakni, pada perusahaan yang bosnya secara aktif mendorong karyawan untuk mengambil 10 menit e-break, tingkat produktivitas secara keseluruhan meningkat.

Sampai di sini barangkali timbul keraguan. Mungkinkah orang membuka Facebook hanya 10 menit? Bagaimana kalau keterusan? Kekhawatiran semacam ini pula yang menyebabkan, 7 dari 10 perusahaan di Inggris yang disurvei PopCap memblokir akses situs-situs jaringan soal di internet. “Laporan penelitian kami memang hanya menunjukkan bahwa 1- menit e-break per hari memberi keuntingan yang signifikan (bagi perusahaan),” ujar Dr Chamorro-Premuzic.

“Dengan memberikan e-break, perusahaan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang saling-mempercayai, memacu produktivitas dan pada gilirannya meningkatkan profit yang membuat bisnis menjadi semakin cerah,” simpul dia.

Tags: